Foto di Antologi, Yay Or Nay?

Foto di Antologi, Yay Or Nay?

Sobat Nubar, salah satu ciri khas buku antologinya Nubar Rumedia itu ada foto-foto penulisnya yang mejeng di cover belakang. Berdampingan dengan sinopsis alias blurb isi buku. So sweet, kan? Sama seperti kita yang selalu happy dan so sweet berdampingan bersama sang kekasih hati. Hahay!

Pernah lihat, kan, penampilan buku-buku Nubar yang ciamik binti beautiful? Dijamin bisa membuat mata yang memandang jadi “cling! Cling!” seketika. Jatuh hati. Jatuh cinta. Terus dan terus. Itu yang Thor rasakan setiap kali turun cover-cover terbaru antologi Nubar. Bukan lebay tapi memang antologi Nubar itu aduhai.

Tapi apa sih perlunya pakai foto? Kenapa nggak seperti antologi-antologi lainnya yang cukup memuat nama-nama penulisnya saja? Nah, mau tahu kenapa?

Tak kenal maka tak sayang. Ada karya tulis keren yang sudah dibaca, otomatis membuat kita ingin tahu dong seperti apa sih “wujud” penulisnya? Ingin mengidolakan karena kagum dengan karya tulis mereka. Tak kenal maka tak sayang. Kenal sedikit, makin ingin tahu banyak. Betul?

Nah, kadang kita merasa kurang hanya dengan mengenal tulisannya saja. Apalagi di era zaman now yang semuanya serba mudah untuk diekspos. Pasti adalah keinginan untuk “ngepoin” seperti apa sih penampakan wujud asli penulis yang dikagumi. Cantik? Muda? Tua? Ganteng?

Real or fake. Ada sebagian orang yang mungkin tetap suka dengan identitas penulis yang disamarkan atau misterius. Tetapi banyak juga yang tetap suka dengan wujud nyata. Betulan orangnya ada. Betulan memang pintar nulis. Betulan, artinya si penulis yang kita kagumi bisa diajak diskusi soal nulis, kopdaran, chatting, dan sebagainya. Seru, kan?

Sumber gambar : koleksi Nubar Jabar Rumedia

Bukti keeksisan. Kita kebetulan suka menulis. Buku sudah banyak, tetapi sedikit sekali yang mengenal atau menyadari keberadaan kita. Saat berselancar di dunia maya, tak seorang pun mengenali kita sebagai seseorang yang berprofesi sebagai penulis. Saat kita berdiskusi soal urusan literasi, ada pihak-pihak yang menyangsikan kompetensi kita sebagai penulis.

Pasti rasanya nggak enak, ya Sobat? Meski kita berniat menulis untuk ibadah, dari sisi manusiawi, pasti ada rasa ingin diakui kemampuan diri sebagai penulis. Capable atau nggak. Layak atau tidak hasil tulisan yang telah dibuat, dan sebagainya.

Saling mengenal. Tak jarang, sesama penulis tidak saling mengenali dan menyadari jika mereka terlibat di satu proyek yang sama. Atau, dua orang teman lama, justru bersua kembali setelah terlibat dalam satu proyek nulis bersama. Reunian, deh. Bisa juga saat bergabung di proyek nulis yang sama, saling bertegur sapa lewat chat grup. Akhirnya menambah teman, menambah saudara, menambah rezeki juga pastinya. Alhamdulillah.

Tetapi, memang ada juga sih yang lebih suka tidak menampilkan foto pribadi sendiri untuk ditampilkan di cover buku dengan alasan tertentu yang tidak perlu diperdebatkan. Biasanya menyangkut prinsip hidup seseorang. Nah, kalau hal ini tentu tidak bisa dipaksakan sebab setiap warga negara memiliki hak untuk mengemukakan pendapatnya sendiri.

Hanya saja, jangan sampai saat di awal ditawarkan untuk memakai foto tetapi kita keukeuh menolak. Saat cover sudah ada, kita menyesal tidak memberikan foto. Ternyata setelah melihat penampilan teman-teman satu buku, kita jadi tergiur juga untuk memasang foto. Kita lalu merayu-rayu pije untuk mengizinkan menyetor foto belakangan alias menyusul.

Wah, wah, kalau seperti itu, bisa-bisa proses cetak dan terbit buku bisa bertambah lebih lama lagi. Bukankah kita ingin proses penerbitan buku-buku kita terlaksana dalam waktu yang cepat? Maka dari itu, pikirkan baik-baik dulu sebelum memutuskan.

Ciri khas buku Nubar. Menurut pengamatan Thor, dari sekian komunitas menulis yang menerbitkan buku antologi, memang baru buku antologi Nubar yang memiliki ciri khas menyertakan foto para penulisnya di cover belakang. Jadi memang hal ini merupakan salah satu poin asyiknya nulis di Nubar Rumedia. Nulis oke, eksis oke, promosi juga oke. Branding diri sebagai penulis pastinya makin oke juga.

So, pakai foto profil? Yay or nay?

Salam literasi.

***

rumahmediagrup/rheailhamnurjanah