Flaxseed/Rami sebagai Pengganti Telur pada Banana Bread

Setelah beberapa pekan absen dari kegiatan membuat adonan dan baking, hari ini penasaran ingin mencoba resep menggunakan eggs replacer. Kebetulan juga tersedia pisang yang sudah kelewat matang, siap pakai untuk transformasi menjadi bentuk baru.

Kalau biasanya saya buat banana bread selalu pakai telur, kali ini saya mengganti telur dengan flaxseed meal. Setiap 1 telur yang digunakan dalam resep akan diganti dengan 1 sendok makan flaxseed meal dan 3 sendok makan air. Ternyata banana bread yang dihasilkan tetap sama seperti jika memakai telur.

Mengutip keterangan yang tertera pada kemasannya, flaxseed telah dikenal sejak zaman dahulu. Pemilik nama latin Linum usitatissimum yang berarti “sangat bermanfaat”. Hippokrates, Sang Bapak Obat-obatan, telah meresepkan flax untuk pasien dengan masalah pencernaan (usus). Raja Charlemagne begitu yakin dengan manfaatnya hingga ia mengeluarkan undang-undang yang mengharuskan rakyatnya untuk mengkonsumsi flax.

Flax yang dikenal juga dengan nama Rami, dimanfaatkan bagian bijinya. Biji Rami memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan, tapi dalam bentuk biji utuhnya maka semua nutrisi yang ada bagaikan terkunci rapat. Dengan menggiling bijinya hingga jadi tepung akan memberikan akses bagi tubuh untuk mendapatkan nutrisi super yang tersimpan di dalamnya. Untuk dapat mempertahankan kualitas nutrisi yang ada, dibutuhkan penanganan khusus agar kandungan lemak yang tersimpan tetap baik. Para ahli sepakat bahwa mengkonsumsi asam lemak omega-3 sangat membantu dalam kesehatan. Konsumsi 2 sendok makan flaxseed meal akan terpenuhi 2430 mg omega-3 dan memberikan 3 gram serat. Sangat cocok untuk tambahan dalam menu harian Anda. (Sumber informasi pada kemasan Whole Ground flaxseed meal, Bob’s Red Mill).

Saya biasa menambah 1-2 sdm pada resep untuk mendapatkan tambahan nutrisi. Bisa ditambahkan saat membuat pancake, wafell, muffin dan adonan lainnya.

Berikut resep banana bread yang saya pakai:

1 ¼ cups gula (saya hanya pakai 3/4 cup)

½ cup butter/margarin (suhu ruang/sudah lembut)

2 buah telur (saya ganti dengan 2 sdm flaxseed + 6 sdm air)

1½ cups pisang matang (haluskan, 3-4 buah ukuran sedang)

½ cup buttermilk ( saya pakai susu segar, karena stok sedang kosong)

1 sdt vanilla

2½ cups terigu serba guna

1 sdt baking soda

1 sdt garam

1 cups chocolate chips/kacang sesuai selera.

Cara membuat:

  1. Panaskan oven suhu 350F (180 C). Siapkan loyang ukuran 9 x 5 inch.
  2. Siapkan 2 sdm flaxseed meal dan 6 sdm air. Campur rata dan diamkan selama 5 menit sebelum dimasukkan dalam adonan resep.
  3. Masukkan dalam mangkok besar : butter dan gula, campur hingga rata. Tambahkan telur (adonan flaxseed), buttermilk, dan vanilla, aduk hingga rata pada kecepatan sedang hingga adonan lembut. Masukkan tepung, baking soda, garam, dan kacang/coklat hingga semua tercampur rata dan lembut.
  4. Tuang adonan ke loyang yang telah dialasi baking paper atau dilapisi margarin+tepung. Berikan taburan kacang/coklat sesuai selera.
  5. Panggang sekitar 60 – 75 menit atau hingga matang. Lakukan tes tusuk dengan lidi. Jika lidi kering dan tidak ada adonan yang menempel, maka adonan telah matang.
  6. Keluarkan dari oven dan biarkan dingin 10 menit.
  7. Banana bread siap dihidangkan.

Silahkan mencoba 🙂

Rumah media grup/ Eaglezoyarohmah