FILOSOFI GA APA APA

Bicara tentang kehidupan tak lepas dari bicara tentang pengalaman, perjalanan, aneka warna perasaan dan berbagai jenis emosi yang kerap muncul disana sini meriuhkan ruang ruang jiwa.

Meski bahagia dan sukacita lebih sering hinggap, namun seringkali kita lebih reaktif terhadap kesedihan, luka, emosi dan kebencian.

Perjalanan yang mulus terlupa hanya karena benturan satu kali yang membuat memar jiwa. Pengalaman yang indah terlupa hanya karena kesakitan dari harapan yang patah.
Perasaan yang lapang terlupa hanya karena pukulan kata-kata pahit dari kesalahfahaman sesaat yang mendadak membuat sesak hati.

Begitulah.
Waktu terus melaju dan perjalanan tak bisa diminta berhenti kecuali dihentikan olehNya.
Dipatahkan hanya bisa bilang ga apa apa.
Disakiti lebih baik jika bilang ga apa apa.
Ditinggalkan memang mending bilang ga apa apa.
Dilupakan juga ya sudah ga apa apa.
Diabaikan biar sajalah ga apa apa.
Dihancurkan sekalipun baiklah ga apa apa.

Menerima apapun kenyataan bahwa Tuhan percaya kita bermental pejuang bukan bermental korban
Tuhan percaya kita bisa
Merekatkan yang patah
Memaafkan yang menyakiti
Mengenang saja yang meninggalkan
Mendoakan yang melupakan
Menghanguskan amarah
Munguapkan kekecewaan
Menerima pemberianNya sebagai pijakan tangga tangga menuju kebaikan

Jadi ga apa apa.
Teruskan saja perjalanan.
Biarkan semua bekas-bekas sayatan luka memudar dengan sendirinya.
Biarkan semua jejak-jejak goresan pahit menghilang tersapu detik yang berlalu.

Jadi ga apa apa.
Mari berjalan lagi.
Menembus kabut persoalan
Melepaskan diri dari cengkraman aura kelam
Menemukan hadiah bagi diri yang berhasil menaklukkan sampah sampah emosi untuk dibuang ke tempatnya.

‘nNa290721

NubarNulisBareng/Lina Herlina