Fakta Kesehatan yang Dimiliki Jeruk Darah

Sejak tinggal di USA, saya sering melihat resep masakan yang memakai jeruk darah/blood orange untuk menciptakan rasa dan warna yang berbeda. Begitu cantik terlihat dan penasaran dengan rasanya, namun tidak pernah melihatnya ada di toko. Hingga suatu hari di bulan Februari lalu saya melihatnya di sebuah farmer’s market. Jika dilihat dari kulitnya, warna kuning oranye seperti warna jeruk Mandarin atau jeruk Navel sementara bagian daging dalam berwarna merah-oranye hingga merah kehitaman. Memiliki kulit yang agak tebal seperti jeruk Navel, sehingga untuk memakannya lebih mudah dibelah-belah dengan pisau. Rasanya manis dengan sedikit rasa tangy dan pahit menghadirkan sensasi liar dan earthy.

Blood Orange atau jeruk darah, adalah hasil sebagian kecil mutasi alamiah dari jeruk pada umumnya. Pertama kali dibudidayakan di wilayah Mediteranian Selatan pada akhir tahun 1700 M. Walaupun jeruk ini telah tumbuh di California sejak dibawa oleh para imigran Italia di akhir tahun 1800 M, jeruk darah baru-baru ini saja mulai beredar luas di Amerika.

Buah ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai masakan dan memanfaatkan warna indah yang dimilikinya, tergantung dari jenisnya seperti Moro, Tarocco atau Sanguinello. Resep yang banyak digunakan antara lain zest (kulit yang diparut untuk mendapatkan aroma) bisa dimasukkan ke dalam adonan pancake atau untuk dibuat saus. Bisa juga diambil irisan dagingnya untuk dibuat cake, atau campur bersama bahan salad, dibuat jus dan aneka kreasi masakan lainnya.

Musim buah ini dimulai sekitar Thanksgiving, saat yang tepat untuk mewarnai masakan dengan warna sehangat matahari terbenam. Cocok untuk menghangatkan hari yang kelam dan mendung di musim gugur dan musim dingin. Buah ini akan mulai menghilang dari peredaran ketika memasuki bulan April.

Jeruk darah ini berwarna merah karena kandungan pigment/pewarna alami antosianin yang tinggi, sehingga ia juga kaya antioksidan. Sebagaimana halnya jeruk lain, jeruk darah ini juga kaya akan vitamin C dan mineral. Dikutip dari redbellycitrus.com.au, berikut ini beberapa manfaat jeruk darah bagi kesehatan:

Fakta Kesehatan yang Dimiliki Jeruk Darah

  1. Jeruk darah kaya antosianin, kandungan yang sama yang membuat blueberries berwarna biru dan raspberries berwarna merah, membuat buah ini unik dalam dunia “perjerukan”.
  2. Jeruk darah masih mempunyai kandungan yang sama seperti jeruk lainnya, misalnya kandungan hesperidin dan flavonoid lain seperti pada umumnya jeruk memberikan manfaat kesehatan, bahkan baik untuk kesehatan mata.
  3. Pewarna merah antosianin pada jeruk darah dapat dianggap sebagai “VitaminRed” berdasarkan bukti penelitian yang telah dilakukan dan melibatkan antosianin dari sumber makanan lainnya.
  4. Mengkonsumsi jeruk darah juga menunjukkan adanya peningkatan kualitas kesehatan kardiovaskular, melindungi dari pengaruh buruk sinar UV dan radikal bebas lain seperti polusi dengan diimbangi kegiatan olahraga karena fungsinya sebagai penghasil antioksidan.
  5. Potensi antosianin dalam jeruk darah adalah 3x vitamin C or Vitamin E. Satu jeruk darah memiliki antioksidan setara dengan kapasitas 2 kg jeruk navel.
  6. Kandungan gula dalam jeruk darah lebih rendah daripada jeruk navel (7g/100g vs around 9g/100g). Konsumsi 200ml jus jeruk darah dari sekitar 2. 5 buah (mengandung 14g gula) sebanding dengan kapasitas antioksidan saat konsumsi 2L jus jeruk navel (90g gula).
  7. Jeruk darah bermanfaat dalam penyakit metabolisme termasuk diabetes tipe 2, liver, sensitif insulin, dan obesitas dimana kandungan pada jeruk darah menunjukkan adanya hubungan antara ekspresi DNA dan jalur metabolisme tubuh dalam pencernaan karbohidrat dan lemak. Secara dasar, kandungan jeruk darah mampu memprogram ulang metabolisme untuk individu yang lebih sehat dengan pemberian diet sehat.
  8. Penelitian pada manusia yang melibatkan konsumsi 750 ml jus jeruk darah per hari, tidak terjadi kenaikan berat badan ketika dikombinasikan dengan diet normal. Sementara kasus pada tikus, membandingkan dengan grup tikus diet tinggi lemak : satu dengan konsumsi air tanpa batas, satu dengan jus navel tanpa batas, dan satu dengan jus jeruk darah tanpa batas – hasilnya hanya grup dengan konsumsi jus jeruk darah yang tidak mengalami obesitas, bahkan grup dengan konsumsi jus navel masih menunjukkan penambahan sedikit berat badan dibandingkan dengan grup yang hanya konsumsi air.
  9. Kandungan polifenol dalam jeruk darah setara dengan buah berri dan delima. Sementara buah berri dan delima memiliki harga yang lumayan mahal, jeruk darah lebih murah sehingga secara ekonomi lebih menguntungkan untuk memenuhi kecukupan konsumsi bagi kesehatan.
  10. Jeruk darah baik bagi kesehatan darahmu.

Adakah jeruk darah di Indonesia? Ada, tapi masih jarang dan harganya pasti mahal karena harus impor. Untuk mendapatkan manfaat yang serupa dengan jeruk darah ini, bisa dengan konsumsi jeruk Bali. Warnanya yang agak merah juga karena kandungan antosianin dan tinggi vitamin C.

Sumber:

10 HEALTH FACTS ABOUT BLOOD ORANGES

Rumah media grup / Eaglezoyarohmah