Emosi Bisa Menyakiti Organ Tubuh

Sumber foto: Google

Siapa yang tidak pernah emosi? Tidak mungkin ya! Selama masih ada darah, daging dan hormon akan mempengaruhi emosi seseorang. Tuhan menciptakan kita sudah sangat sempurna.

Emosi sebenarnya sebagai alarm tubuh dan jiwa. Bila kita terpancing emosi entah karena kata-kata, peristiwa atau bahkan musik sekalipun, perlu waspada bahwa kita sedang overload. Sampah emosi akibat luka batin penuh di bawah sadar, sehingga orang menjadi bete alias boring total atau bosan terus.

Bawaannya uring-uringan dan mudah marah walaupun hanya menghadapi masalah sepele. Banyak orang lebih mengutamakan ego daripada kesehatan lahir dan batin. Walaupun orang tahu bahwa emosi bisa menyakiti organ tubuh, merugikan bahkan mematikan, tetapi memang tidak mudah mengatasinya.

Seperti gambar di atas dijelaskan:

1. Khawatir: Melemahkan lambung

2. Marah: Melemahkan liver

3. Sedih: Melemahkan paru-paru

4. Stress: Melemahkan fungsi otak dan jantung

Masih banyak lagi efek samping dari emosi. Hampir semua penyakit 80 persen berawal dari emosi yang berlarut-larut dan merusak organ tubuh. Sedangkan yang 20 persen bisa karena makanan berlebih, salah obat dan musibah lain.

Aku bisa berhasil mengolah emosi, pertama dengan mengubah mindset. Dulu pada saat masih luka batin parah, bawaan emosi terus. Sudah berbagai cara rohani masih saja mudah terpancing emosi.

Ternyata setelah belajar banyak bagaimana mengolah emosi, penyebab terbesar adalah kita berontak terhadap kejadian yang sedang dialami, penyesalan kenapa dulu harus begitu dan ketakutan nanti bagaimana masa depannya.

Kata guruku Pak Supri Yatno, dengan berontak sama saja kita bunuh diri. Cara terbaik adalah Acceptance yaitu menerima semua yang pernah kita alami walaupun tidak menyenangkan. Baik fisik maupun psikis juga terbiasa menerima yang tidak mengenakkan.

Hasilnya kita sehat lahir batin. Lebih baik bersusah payah berjuang mengolah emosi daripada berjuang sembuh dari sakit parah akibat emosi. Benar-benar mematikan! Ingat baik-baik bertahanlah dalam keadaan yang tidak sesuai keinginan.

Aku sudah berkali-kali merasakan ada berkat besar di balik setiap penderitaan yang kualami. Apalagi kondisi pandemi seperti sekarang harus benar-benar Jaga Hati. Pasti stamina meningkat dengan sendirinya.

Selamat berjuang dalam mengolah emosi. Sesulit apapun kalau mau berusaha pasti berhasil.

The Power of Thinkingđź’–

The Power of Forgivenessđź’–

Wenny Kartika Sari