Dusta

Kau takkan pernah tau apa yang aku rasakan
Saat liar pandanganmu melucuti seluruh rasa malu ku
Kecewaku terlahir begitu saja tanpa mengundang ceriaku

Desir angin malam senyap menikmati setiap centi luka hatiku,
Luka… Ya, luka
Terlanjur kunikmati betapa lezatnya derita
Kujilati hingga tandas tak tersisa, biar kau puas..

Berbalik arah, menaburkan pasir yang diterbangkan angin,
Deburan ombak menghantarkan buih sebarkan aroma laut
Tetap saja tak bisa menghiburku

Sementara burung burung kecil itu terbang berputar putar seakan akan menari diatas cakrawala senja
Jumlahnya banyak
Bayangannya menghitam menutupi separuh cahaya rembulan

Duhai hati yang sedang terluka..tak sanggup kuhapuskan tetesan airmata kecewa
Terlanjur kau tenggelamkan rasa cinta
Kau bawa pergi segala rasa
Hingga menyeretku dalam gelora duka
Saat kau tikam aku dalam kerinduan, aku hanya hanyut dalam getarannya…

Sendiri…
Sepi…, tak perlu lagi kau kembali
Aku tak lagi menanti

Lelly Hapsari/Rumah Media