DUA SUARA

Dalam hening malam. Dua bilik bersuara.

“Aku berharap tak ada seorangpun tahu gelisahku.”

“Jika demikian, mengapa kau menulis di medsos? Secara, itu membuka kesempatan kepada semua orang tahu tentang mu.”

“Aku tidak bermaksud demikian, aku hanya tak tahu, kemana harus mengadu.”

“Tepat disini. Diatas hamparan sajadah ini, kau bisa mengadukan semua gelisahmu. Bukankah Allah SWT telah berfirman dalam Al-Quran Surat Ar-Ra’d ayat 28 yang artinya: ‘Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.’

“Ya. Namun rasanya ringan bila apa yang ada dalam pikiran bisa dituliskan. Aku suka menulis. karena itu akan membuatku tenang.”

“Tidak salah kamu menulis. Bahkan itu baik. Menurut para ahli, menulis bisa juga dijadikan sebagai terapi bagi seseorang yang mengalami depresi. Manfaat lain dari menulis adalah katarsis. Artinya dengan menuliskan uneg-uneg yang terpendam seseorang bisa merasa plong. Namun yang harus diperhatikan adalah efek dari tulisan itu.”

“Maksudnya bagaimana?”

“Maksudnya, Jika kau ingin meluapkan semua uneg-unegmu, kesal, marah dan apapun itu namanya, kau bisa menulisnya dalam buku diary mu. Sehingga hanya kau yang membacanya.”

“Jika kau akan menulis di medsos yang sifatnya terbuka untuk umum, mestinya kau pikirkan dulu apa yang akan kau tulis. Apa manfaat yang bisa diambil oleh orang lain yang membaca tulisan kita.”

“Coba bayangkan jika dinding itu penuh dengan kata-kata galau, marah, sedih, kecewa. Apa yang dirasakan oleh pembaca? Mereka akan merasa seperti itu juga, lalu apa manfaatnya buat kita? Tidak ada.”

“Sekarang bayangkan, jika tulisan kita penuh semangat, memberi kabar gembira, bahkan menginspirasi seseorang untuk melakukan apa yang kita sampaikan. Apa yang terjadi? Kita berhasil membuat orang bahagia itu ibadah. Apalagi menjadi inspirasi bagi seseorang melakukan kebaikan yang kita contohkan. Pahala menunggu disana. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya, hadits dari sahabat Uqbah bin ‘Amr bin Tsa’labah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).
“Medsos itu ibarat pisau, jika digunakan untuk kebaikan, maka akan menghasilkan manfaat dan kegunaan. Dan jika digunakan untuk keburukan, maka penyesalan yang akan kau dapatkan.”

“Jadi aku harus bagaimana?”

“Usulku, Qul khoiron au yasmut. Katakan yang baik atau diam.”

“Alhamdulillah, kini aku mengerti. Hatiku mulai tenang. Dan semangat lagi untuk menulis.”

#semuaorangbisamenulis

#menulismenebarkebaikan