Drakor Bangkitkan 5 Rasa Ini

Drakor Bangkitkan 5 Rasa Ini

drakor baru
Design by canva

Assalamualaikum sobat web nulis bareng rumedia, semoga semuanya dalam keadaan sehat dan bahagia ya, aamiin.

“Ngapain sih, kamu nonton drakor? Enggak ada manfaatnya,” ucap teman x.

“Drakor itu haram tahu!” sergah teman y.

Yups, itulah pihak yang kontra tentang drakor. Saya menulis ini bukan untuk mencari pembenaran bahwa apabyang saya lakukan itu benar. Saya paham kalau diri ini juga masih banyak salah dan khilaf, jadilah saya masih belajar memperbaiki diri.

Untungnya grup whatsapp drakor dan literasi kelas literasi ibu profesional (KLIP), ada challenge menulis serba serbi drakor, salah satunya apa manfaat drakor bagi diri sendiri. Jadilah saya mencoba menuliskan, apa manfaat drakor (drama Korea) bagi saya pribadi.

Perlu diingat, apapun yang berlebih-lebihan tidak akan baik bagi siapapun, Allah pun tidak suka orang yang berlebih-lebihan. Begitu pula ini yang saya berlakukan saat menonton drakor, saya punya tips agar tidak kecanduan drakor. Sebagai manusia yang masih berproses, marilah kita saling mengingatkan untuk kebaikan.

Oleh sebab itu, izinkan saya menuliskan beberapa manfaat drakor bagi saya pribadi. Ada beberapa hal yang dibangkitkan ketika saya menonton drakor. Apa sajakah itu?

1. Rasa untuk membedakan yang baik dan buruk

Drakor membangkitkan rasa saya untuk membedakan yang baik dan buruk. Selama menonton drakor saya dipaksa untuk memilah-milah soal tradisi, kebiasaan, dan hal-hal yang terjadi di Korea dan Indonesia. Sudah pasti ada beberapa perbedaan yang jelas berbeda, contohnya seperti kebiasaan minum-minuman keras, sudah pasti kebiasaan itu bukanlah hal yang baik untuk diikuti. Mengapa? Sebab dalam drakor sendiri juga suka diperlihatkan dampak buruk setelah minum-minuman keras, lalu kalau sudah tahu itu buruk dan tidak baik, kenapa harus diikutin, betul?

Itulah mengapa saat saya menonton drakor, rasa saya dalam memilah hal buruk dan baik jadi semakin dibangkitkan. Saya perlu membentengi diri ini dan keluarga, khususnya anak-anak agar tidak memiliki kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat merugikan masa depan mereka.

2. Rasa mendapatkan pengetahuan baru

Kok, bisa dalam drakor kita mendapatkan pengetahuan baru? Untuk drakor genre tertentu, rasa untuk mendapatkan pengetahuan baru bisa sangat dibangkitkan, contohnya drakor genre medis, detektif, dan sageuk atau sejarah.

Seperti kisah salah satu rekan saya di drakor dan literasi KLIP, yang merasa mendapatkan pengetahuan baru tentang kanker payudara yang bisa juga menyerang laki-laki, setelah menonton drakor Don’t Dare to Dream atau Jealousy Incarnate. Kemudian dalam drakor tersebut, juga diberikan pengetahuan soal bagaimana cara mendeteksi dini penyakit kanker payudara dan perawatan untuk mengobati saat stadium awal seperti apa. Menurut saya, rasa untuk mendapatkan pengetahuan baru, jadi bisa bangkit, kan?

3. Rasa syukur

Setelah menonton beberapa drakor, seperti Hi, Bye Mama!, rasa syukur saya semakin dibangkitkan. Drakor yang bertema tentang keluarga ini, membuat saya semakin menghargai apa arti keluarga bagi saya. Apalagi sudah 4 bulan, banyak berkegiatan dari rumah saja karena rasa bosan, kadang ada sedikit gesekan juga. Namun, setelah menonton drakor tadi, saya mendapatkan pelajaran kalau semua yang ada di kita itu cuma titipan dari Allah, termasuk nyawa, kalau diambil dan kita belum membahagiakan keluarga, saya rasa akan menyesal. Jadilah rasa syukur saya pun bangkit.

4. Rasa untuk berbagi kebaikan

Memang drakor punya kebaikan? Saya teringat kisah para sunan saat hendak berdakhwah di pulau jawa, mereka menggunakan pendekatan kebudayaan daerah seperti wayang untuk bedakhwah. Bagi saya, yang juga masih banyak salah dan khilaf, drakor bangkitkan rasa saya untuk berbagi kebaikan. Salah satunya, seperti drakor yang mengingatkan saya tentang kematian.

5. Rasa mendapatkan teman baru

Saat membahas soal drakor, tulisan saya dikunjungi lebih banyak orang dan beberapa ada yang meninggalkan jejak, jadilah saya merasa mendapatkan teman baru. Begitu pula yang saya rasakan, saat bergabung di grup drakor dan literasi KLIP, saya merasakan mendapatkan banyak teman dan rekan baru untuk berdiskusi hal-hal positif.

Itulah 5 rasa yang dibangkitkan oleh drakor nan saya rasakan. Sekali lagi, tulisan ini bukan untuk mencari pembenaran bahwa drakor itu baik dan lain sebagainya. Ini hanya pendapat pribadi, kalau kita bisa melakukan pendekatan berbeda untuk kebaikan. Terima kasih bagi sobat web yang berkenan berkunjung ke tulisan sederhana ini.

Nubar-Nulis-Bareng/Lithaetr