Donat yang Berbeda

Donat yang berbeda

Pernah membuat donat, Sobat? Bagaimana hasilnya, mengembang atau bantat? Sukses atau gagal?

Seorang teman berkomentar, membuat donat itu gampang banget, katanya. Tapi bagi saya gampang-gampang susah. Kalau lagi bantat mood jadi lewat. Kalau berhasil mengembang dan empuk, girangnya luar biasa. Bahagia versi emak-emak itu sederhana, ya. Haha.

Suatu hari, saya baca status whatsapp teman yang berhasil membuat donat empuk tanpa pakai telur. Resep telurnya diganti dengan maizena. Wah, perlu dicoba, nih, pikirku. Dan ternyata teman saya mau berbagi resepnya.

Dengan berbekal resep yang didapat, saya mulai membeli bahan-bahannya dan membuat adonan. Kali pertama ternyata adonan tidak mengembang sama sekali! Kecewa. Penasaran juga. Kemudian esoknya saya coba lagi. Hasilnya? Tetap sama! Apa yang salah, ya? Padahal semua sudah sesuai takaran.

Sampai beberapa hari berikutnya, teman saya menawarkan untuk membuat donat bareng di rumahnya. Langsung saya iyakan, karena rasa penasaran. Hehe..

Dari situ saya tahu kalau adonan harus diuleni tidak saja sampai kalis, tapi juga elastis. Sehingga saat dibentuk hasilnya akan mulus.

Daan…taraaaa. Donat berhasil dibuat sesuai harapan. Jangan ditanya perasaan saya saat itu, sangat senang sekali! Akhirnya jadi juga anak-anak berbuka dengan donat buatan mamahnya sendiri.

Saya membuat dua macam donat. Yang bulat penuh dengan isi coklat didalamnya, dan yang bolong di tengahnya.

Menjelang berbuka saya siapkan beberapa potong donat yang telah ditaburi gula halus. Tak lama terdengar kumandang adzan magrib. Setelah meneguk teh manis hangat, anak-anak langsung menyantap donat. Tapi…

“Mah, ini donat?”

“Iya. Memangnya kenapa?”

“Ini gula bukan, sih? Kok rasanya gini.” Anak saya langsung menghentikan gigitannya sambil nyengir.

“Astagfirullah. Jangan-jangan itu terigu, bukan gula halus,” ucap saya kaget.

Saya ingat tadi pagi masih ada sisa sedikit terigu dalam plastik. Jumlahnya sama persis dengan gula halus yang saya masukkan dalam plastik bening. Saya coba donatnya, memang rasanya aneh. Butiran halus putih itu ternyata terigu! Maafkan mamah, ya, nak.

Rumedia/yuyunkho