Dokter Cinta

Tak pernah terpikirkan sedikitpun bahwa aku bakal menjadi seorang konselor. Bagaimana mungkin aku bisa menjadi konselor, kuliah bukan jurusan psikolog. Dulu pada saat aku memilih jurusan setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA), jangankan mau masuk jurusan psikolog, memikirkan masalah kesehatanku sendiri saja sudah pusing tujuh keliling.

Cita-citaku waktu masih kecil ingin menjadi dokter. Dalam hatiku hanya ingin menolong orang sakit. Aku memilih jurusan A2 (Biologi) waktu masih Sekolah Menengah Atas (SMA). Keinginan memahami organ tubuh manusia begitu besar, karena waktu kecil aku sering sakit.

Hal itu membuatku semakin bertekad mengambil jurusan kedokteran. Keadaan berkata lain, kondisi ekonomi yang ala kadarnya tidak memungkinkanku kuliah kedokteran. Selain itu pada saat praktek ambil darah di jari tengah, aku sangat takut menyakiti orang sehingga gagal.

Aku menyadari tidak mungkin menjadi dokter kalau tidak sampai hati saat harus menyuntik. Kembali pada The Power of Thinking yang sudah tertanam dalam pikiranku. Dengan banyaknya pengalamanku yang sering sakit dan Puji Tuhan bisa sembuh, sekarang aku benar-benar menolong orang sakit yang pernah aku alami yaitu autoimun.

Orang menjuluki aku sebagai “Dokter Cinta”. Puji Tuhan dengan tulisan pertamaku di web Lupus Care, Lupus Bisa Sembuh, membuat semakin banyak penderita autoimun yang konseling. Selain itu juga masalah-masalah broken heart dan rumah tangga yang semakin memprihatinkan.

Tidak ada guru yang lebih baik daripada Pengalaman. Teori seringkali berbeda dengan praktek kehidupan. Sudah berkali-kali aku divonis meninggal karena sakit autoimun tersebut.

Tetapi Mujizat masih bisa terjadi disaat kita mau berserah total. Tuhan mengijinkan aku untuk bersaksi tentang Kemuliaan-Nya. Kuasa-Nya yang dahsyat dan ajaib sungguh mengubah hal buruk menjadi baik dalam sekejab.

Oleh karena itu, aku benar-benar praktek sebagai “Dokter Cinta” dengan biaya Free. Setelah aku merasakan dahsyatNya Miracle in my Life, tak sampai hati kalau harus memberikan tarif pada yang konseling.

Dengan merasakan terbantunya mereka, sudah suatu anugerah terindah dalam hidupku. Ada manfaat yang berarti buat beberapa orang yang konseling denganku. Bagi Tuhan tidak ada yang Mustahil.

Aku sungguh bersyukur walaupun tidak mempunyai gelar dokter, tetapi aku bisa membantu yang sedang menderita. Terima kasih kepada teman-temanku, baik di dunia nyata maupun maya yang masih percaya padaku walaupun tanpa sertifikat dokter dan psikolog.

Tetap semangat dalam kondisi apapun. The Power of The Dream juga luar biasa. Apapun yang kita inginkan, tanamkanlah dalam pikiran. Pasti terjadi seperti yang aku alami.

The Power of Thinkingđź’–

The Power of Forgivenessđź’–

Wenny Kartika Sari