Dispatch VS Lambe Turah, Mana Beritanya yang Setajam Silet?

dispatch vs lambe turah setajam silet

Daftar isi: 1. Hukum menggunjing dalam Islam, 2. Berbagi pengalaman saat menjadi kuli tinta, 3. Apa itu silet, lambe turah, dispatch, 4. Portal berita yang lithaetr baca

Assalamualaikum sobat web nulis bareng rumedia, semoga semuanya dalam keadaan sehat dan bahagia ya, aamiin.

Wah, sudah lama tidak menulis di website ini, saya kangen sangat. Maafkan saya, karena pengaturan waktu saya yang sangat jelek, sehingga belum bisa banyak menulis lagi dan masih banyak PR yang belum terselesaikan.

Bismillah, pelan-pelan saya lunasi semua PR saya dan menyelesaikan semua hutang saya. Doakan semoga lancar semua ya, sobat, aamiin.

Lo, kenapa tulisan pertama setelah lama vakum, roman-romannya ke arah gosip? Tenang sobat, saya sedang mencoba menyelesaikan tantangan dari grup drakor dan literasi KLIP (Kelas Literasi Ibu Profesional).

Wew, emang di Ibu Profesional (IP), punya grup drakor? Grup ini sebenarnya tidak membawa embel-embel Ibu Profesional, grup ini murni semata-mata ada karena sekumpulan emak yang memiliki hobi nan sama, yaitu menonton drakor (drama Korea). Cuma kebetulan karena semua anggotanya bergabung di KLIP, jadilah IP sedikit terbawa-bawa.

Tapi, apapun kegiatan yang dilakukan dalam grup tidak mengatasnamakan IP sama sekali. IP, bagi kami adalah pemersatu. Iya, kami disatukan lewat IP. Dimana lewat komunitas itulah kami bertumbuh menjadi perempuan, ibu atau calon ibu, dan istri kebanggaan keluarga.

Nah, salah satu yang diajarkan di IP adalah harus bahagia sebagai ibu, khususnya individu, barulah kita bisa membahagiakan orang lain. Bagi orang-orang yang tergabung di grup drakor dan literasi, menonton serta menulis adalah hal yang kami bahagia.

Itulah sebabnya, kami pun menantang diri untuk memberikan suatu yang bermanfaat dari kegiatan menonton. Salah satunya adalah menyelesaikan tema-tema yang sudah ditentukan. Mau tahu apakah topik tantangan kali ini? Simak terus ulasannya di sini.

Kali ini tantangan temanya adalah website berita apa yang sering kamu kunjungi, ketika membaca berita terbaru tentang drakor atau musik atau idolamu. Saat itulah, saya terpikir untuk menulis tentang gosip atau fakta.

Sebagai orang yang pernah bekerja di media, saya tahu banget bagaimana dilemanya untuk menulis sebuah berita. Jangan sampai berita yang kita tulis ada unsur menggunjingkan orang lain.

Sebagai seorang muslim, saya tahu kalau menggunjing itu dilarang. Bahkan dalam Alquran menggunjing itu diibaratkan seperti memakan bangkai saudaranya sendiri.

Allah Swt. berfirman, “Dan janganlah kalian saling menggunjing. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat ayat 12).

Dari ayat itulah, saya mencoba menceritakan sedikit tentang proses dibalik layar tentang penulisan sebuah berita. Begini ceritanya, bagi wartawan baru, biasanya kami diberikan sebuah isu atau dugaan dari korlip (koordinator liputan). Dari isu itulah kami dituntut untuk mencari fakta-fakta di lapangannya.

Setelah itu, kami memberikan laporan kepada Korlip tentang fakta-fakta yang kami temukan. Lalu, Korlip akan menyuruh kami meminta pendapat dari orang terdekat atau ke para ahli terpercaya. Barulah, kami akan menulis beritanya, dengan sudut pandang paling dominan dari fakta-fakta yang kami dapatkan tersebut.

Intinya, saya mencoba menjelaskan, tulisan seorang wartawan itu harus berdasarkan fakta-fakta lapangan. Tidak boleh berisi kebohongan. Lalu, bagaimana dengan berita gosip?

Prosesnya tetap sama, bahkan bagi wartawan yang bekerja di bagian hiburan, kalau sedang mencari fakta-fakta bisa beda tipis sama paparazi. Cuma tidak separah paparazi, sih. Intinya, tulisan seorang jurnalis tidak boleh jauh dari faktanya.

Oke, sekarang kita masuk ke topik pembahasan dari judul di atas. Bagi masyarakat Indonesia yang masih suka menonton televisi, pasti tahu dengan Silet. Acara hiburan ini langsung laris manis, saat pembawa acaranya yaitu Fenny Rose (pembawa acara Silet di awal-awal mengudara), dengan gayanya yang khas, mengucapkan, “Setajam Silet.”

Berita-berita selebriti yang ditayangkan pun terkesan fenomenal dan menjadi viral di mana-mana. Namun kini seiring perkembangan zaman dan media sosial merajalela, salah satunya instagram, muncul-lah Lambe Turah.

Berita-berita yang ditampilkan di halaman instagram Lambe Turah, sempat viral dan jadi bahan perbincangan di mana-mana, bahkan media televisi ikutan membahasnya. Namun, saya tidak tahu bagaimana proses dibelakang layarnya. Apakah masih sama dengan dahulu ketika saya masih bergabung di media?

Sebab jujur, kini saya enggan membaca berita yang ada di media portal daring dan media sosial. Mengapa? Sebab, berita yang ada sekarang antara judul dan isinya kurang sesuai, bahkan bisa melenceng jauh. Inilah yang saya sesalkan saat ini. Saya merasa kualitas seorang wartawan tidak seperti dahulu.

Kembali ke topik, kalau di Indonesia tadi sudah saya sebutkan di atas untuk berita selebriti yang langganan viral, sementara kalau di Korea Selatan sana, mereka punya dispatch. Media ini sering banget mengungkapkan berita tentang selebriti dan jadi viral di mana-mana.

Menurut sepengetahuan saya, beberapa artis negeri gingseng yang sedang merajut kasih dan ketahuan oleh dispatch, biasanya enggak berselang lama, mereka mengakhiri hubungan cintanya. Mengapa? Sebab artis-artis tersebut, merasa hubungan pribadi mereka terganggu dan mereka tidak nyaman. Sebagian para artis Korea merasa kalau hubungan asmara mereka diketahui publik, bisa menjadi beban.

Wih, sampai sebegitunya, ya? Lalu, karena hal tersebut saya pun bertanya-tanya, “apakah berita dispatch lebih setajam Silet dibandingkan Lambe Turah atau apakah warga net di Korea lebih kejam dalam memberikan komentar negatif kepada para artisnya dibandingkan warga net di Indonesia?

Sekali lagi saya hanya sekedar menuliskan unek-unek, berbagi pengalaman, dan pengetahuan, serta tidak ingin mencari pembenaran terhadap perbuatan menggunjing seseorang. Saya mencoba memberikan fakta-fakta dan sedikit menuliskan isu di akhir bagiannya.

Tapi, jika sobat bertanya kepada saya tentang berita selebriti apa yang suka saya baca? Maka saya akan menjawab, berita selebriti yang bahagia seperti prestasinya, menikah, punya anak, dan berita tentang perjalanan karir artis selanjutnya atau proyek kerjanya berikutnya.

Tentu saja, untuk berita bahagia tersebut berlaku untuk selebriti Indonesia maupun luar negeri, termasuk Korea Selatan. Nah, untuk mendapatkan hal-hal tersebut, khususnya berita bahagia dari negeri gingseng, saya biasa membacanya di Soompi, Allkpop, Koreaboo, dan Dramabeans.

Oke deh, itulah sekilas unek-unek saya terkait berita fakta atau gosip. Pesan saya kepada sobat Rumedia, jika kita kurang paham ilmunya tentang suatu hal, maka lebih baik tanyakan kepada ahlinya. InsyaAllah kita tidak akan tersesat.

Bijaklah dalam menggunakan media sosial, baik itu dalam membaca sebuah informasi. Kita perlu berpikir kritis, agar kita bisa menyaring berita-berita yang tidak jelas kebenarannya, tidak baik, dan tidak bermanfaat.

Terakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih bagi sobat Rumedia yang berkenan membaca tulisan ini hingga akhir. Silakan berikan tanggapan, saran, dan kritiknya, ya sobat. Kesan darimu, saya tunggu dan akan semakin membuat saya semangat memperbaiki diri ini dalam menulis.

Nubar-Nulis-Bareng/Lithaetr