Di Balik Layar Event Nubar Area Sumatera “I Finally Found Someone”

Di balik layar event Nubar Area Sumatera; “I Finally Found Someone”

PicsArt_10-27-02.14.35.jpg
picsArt

“Pasangan yang sempurna bukanlah gabungan dari dua orang yang sempurna. Percayalah, tidak akan pernah ada manusia tanpa cacat, seperti tidak akan pernah ada hubungan dua manusia tanpa kerikil. Pasangan yang sempurna adalah gabungan dua insan yang tidak sempurna dan saling menerima kekurangan masing-masing.”

Suatu ketika aku sedang berselancar di sosial media, menghapus pertemanan tidak aktif, membuka inbox lama. Tiba-tiba jemariku berhenti pada sebuah pesan bertahun-tahun lalu.

Aku pernah menghubungi seseorang, bukan teman, apalagi saudara. Aku menghubunginya karena dia adalah seorang penulis dan aku tersentuh dengan buku karangan beliau, sebuah novel berjudul “Katastrofa Cinta” (ada yang sudah baca bukunya?)

Ada beberapa poin yang kuambil dari novel karya Afifah Afra Amatullah ini, namun yang paling menarik adalah kisah Astuti.
Betapa “kesempurnaan” pasanganpun ternyata tak mampu membahagiakannya.

Kalau teman-teman sudah mengetahui kisah cintaku, bagaimana aku akhirnya bisa bersama dia, sang cinta pertama, sebagian kalian mungkin berpikir bahwa aku memiliki cerita cinta yang sempurna.

Ketahuilah, kisah cinta sempurna itu tidak akan pernah ada! Pesanku pada inbox ini hanyalah salah satu bukti, bahkan setahun setelah pernikahan kami, aku menjumpai kerikil itu. Kerikil tajam yang berserakan dan membuatku terpaksa melewatinya tanpa alas kaki. Masalah ini ternyata hanyalah suatu permulaan.

Aku teringat betapa saat itu aku sudah membutuhkan pertolongan namun tak bisa bercerita pada siapapun karena takut membongkar aib. Aku saat itu memang belum seterbuka aku yang sekarang.

Pernikahan itu bukan sekadar “sah” lalu mereka hidup bahagia selamanya seperti di dongeng Cinderella.
Pernikahan itu bukan pula perkara melegalkan “urusan ranjang”.
Ada alasan mengapa pernikahan dikatakan menggenapkan separuh agama karena besarnya perjuangan di baliknya.

Makanya aku setuju sekali bahwa pentingnya mempersiapkan segalanya sebelum menikah, tak hanya dana. Karena perjuangan setelah menikah itu yang begitu luar biasa.

Tenanglah. Kamu tak sendiri. Setiap pasangan mempunyai masalahnya yang mungkin hanya mereka sendiri yang tahu.

Karenanya akupun memutuskan akan memberikan beberapa tips seputar pernikahan pada calon buku kami yang berjudul “I Finally Found Someone”.

Masih ingat dengan event paling romantis dari Nubar Area Sumatera? Setelah tuntas menyelesaikan batch 1 pada September 2019 lalu, kini dibuka kembali, sebagai berikut:

Judul: “I Finally Found Someone batch 2

Tema: soulmate

Tagline: cinta sejati, jodoh, soulmate, pasangan hidup

Jenis tulisan: non fiksi
(Artikel disertai kisah)

Maksud dan tujuan:
“Menikah adalah separuh dari agama.” Bukan tanpa alasan kalimat itu ada. Karena pernikahan adalah sebuah proses sakral yang lebih dari sekadar hubungan fisik belaka. Penyatuan dua insan dengan latar belakang berbeda tentu bukan suatu hal yang mudah.

Begitu banyak masalah dalam berumahtangga. Tentunya bukanlah hal yang tidak bisa diatasi. Mari kita tuliskan dalam bentuk artikel yang akan begitu besar manfaatnya sebagai pengukuh rumah tangga. Disertai kisah nyata pasangan yang menginspirasimu. Boleh saja mengisahkan ceritamu sendiri atau siapapun yang kau kenal.

Pastinya event ini akan menjadi jilid yang melengkapi dari buku sebelumnya. Tentu kuota terbatas.

Sst, kabarnya nanti covernya akan dibuat berseri dengan cover IFFS batch 1. So, jika teman-teman tertarik ingin mengikuti event yang insya Allah deadline-nya pada awal Desember 2019 ini, silakan langsung hubungi wa yang tertera. Event ini di-PJ-kan langsung oleh Manajer Area Sumatera.

Harapan semoga bukunya nanti akan bermanfaat bagi kelanggengan hubungan rumahtangga pasangan di Indonesia. Apalagi event ini juga dalam rangka memperingati anniversary si Manajer Area Sumatera dengan sang suami. Yup. Betul. Kisah S dan E yang tak lain dan bukan, kisahku sendiri dengan suami dan sudah kutuliskan di event batch 1 lalu. So sweet.

Akhir kata, tidak akan ada yang bisa menjamin, bahwa jalan kehidupan sepasang manusia akan baik-baik saja seumur hidup mereka. Kita hanya bisa berusaha yang terbaik yang kita mampu untuk menjalaninya. Termasuk aku, kamu, siapapun, kita semua berhak untuk bahagia.

 

 

rumahmediagrup/emmyherlina