Dengan Social Distancing Wanita Dikembalikan Pada Hakikatnya

Meningkatnya perkembangan kasus virus corona di Indonesia, mendorong Presiden Joko Widodo untuk mengeluarkan kebijakan bekerja dan beraktivitas dari rumah atau Work From Home (WFH).

Kebijakan WFH ini berkaitan dengan penerapan social distancing yang dianggap sebagai cara paling efektif mencegah penyebaran virus corona.

Menurut Center for Disease Control(CDC), social distancing adalah tindakan menjauhi segala bentuk perkumpulan, jaga jarak antar manusia, dan menghindari berbagai pertemuan yang melibatkan banyak orang.

Dapat diartikan bahwa, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah, seperti kantor, sekolah, tempat olahraga, dan semua tempat yang banyak dikunjungi oleh orang.

Bagi wanita social distancing ini tidaklah asing. Di dalam Islam, Allah sudah memerintahkan wanita untuk berdiam diri di rumah. Oleh karena itu, dengan adanya social distancing ini, kaum wanita sebenarnya sedang dikembalikan pada hakikatnya, yaitu aturan Islam.

Islam menjadikan wanita makhluk yang istimewa dan diangkatkan derajadnya dari kaum laki-laki. Bahkan dalam Al-qur’an sendiri ada surat An Nisa yang artinya wanita.

Dalam pandangan Islam, wanita memiliki beberapa keistimewaan. Keistimewaan wanita dalam Islam salah satunya adalah Islam melindungi kehormatan wanita. Dalam Islam, Allah mengatur wanita untuk menutup aurat agar terhindar dari pandangan syahwat laki-laki, dan mengatur untuk tidak keluar rumah agar terjaga kehormatannya.

Perintah untuk berdiam diri di rumah bagi wanita, terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzaab:33. Adapun bunyi ayat tersebut adalah:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا


dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

Adapun Tafsir Quraish Shihab ayat di atas yaitu:

Tetaplah berada di rumah. Jangan meninggalkan tempat tinggal kecuali jika ada kepentingan yang dibenarkan oleh Allah yang mengharuskan kalian keluar rumah. Jangan memperlihatkan keindahan dan perhiasan kalian kepada kaum lelaki jika kalian berada di luar, seperti yang pernah dilakukan oleh orang-orang Jahiliah dahulu. Laksanakan salat dengan sempurna, tunaikan zakat, laksanakan segala perintah Allah dan Rasul serta tinggalkan segala yang dilarang. Dengan perintah dan larangan itu Allah bermaksud memberikan kehormatan dan kemuliaan kepada kalian.

Jadi, social distancing yang ditetapkan oleh pemerintah sekarang ini, secara tidak langsung sedang mengembalikan hakikat wanita. Betapa beruntungnya wanita yang taat dan patuh pada agamanya untuk berdiam diri di rumah. Ia di istimewakan dengan kehormatannya, dan mendapat pahala dengan mengamalkan ayatnya.

Dan pada saat ini, betapa beruntungnya wanita yang taat aturan pemerintahan untuk berdiam diri di rumah. Ia menyelamatkan dirinya dan keluarganya dari covid-19.

nubarnulisbareng/riskaamelia