“DEMI ANAK”, KATANYA

“Demi anak”, katanya.

Ibu… peran yang sungguh mulia. Impian semua wanita yang menyadari kodratnya. Kebahagiaan dunia yang tiada terkira.

Ibu… tak hanya mengandung dan melahirkan. Namun, proses mengasuh dan mendidik menjadi perhatian. Tanggung jawab besar yang tak bisa dilalaikan.

Ibu… selalu dihadapkan pada banyak pilihan untuk sang anak. Tak mudah tapi semua dilakukan demi sang anak. Pikirannya, jiwa, dan raganya terpenuhi oleh keberlangsungan hidup sang anak.

Semua demi anak. Ibu melakukan apapun demi anak. “Demi anak”, katanya.

Mungkin saat ini ia tak menyadari setiap alasan dari pilihan ibunya. Namun, kelak ia akan mempertanyakannya. Kelak mungkin ia akan menagihnya. “Bu, mana?? Katamu ini semua demi aku”, rajuknya.

Bu, kau janjikan waktumu untukku. Mana?
Bu, kau janjikan hadirmu disisiku. Mana?
Bu, kau janjikan surga di telapak kakimu. Mana?

Sungguh, tanggung jawab terhadap janjimu sungguh besar wahai ibu.
Dibalik keistimewaanmu dgn janji surga, jika tak amanah bagaimana kau jelaskan dihadapanNya kelak, ibu.


Klaten.
Hanya sebuah renungan.

Nulisbareng/ibunyanajma