COVID-19 MASIH SETIA

Bagian 02

Sedikit tergelitik, namun itulah kenyataan yang di hadapi kita sekarang.

Apalagi melihat berita di layar kaca, pedagang di paksa tutup tanpa pendekatan yang lebih humanis, di semprot dengan air berkekuatan besar.

Hancurlah dagangan mereka. Miris dan kasihan, aku pun tak bisa berbuat apa, selain mendoakan supaya negeri tercinta ini bisa terbebas dari virus yang mematikan.

Mematikan ekonomi dan mengancam nyawa.
Sebenarnya yang perlu di bubarkan adalah kerumunan nya, bukan pedagang nya.

Pendekatan yang lebih me-manusiakan manusia.

Belum lagi bicara tentang anak sekolahan, yang libur berkepanjangan namun tetap aktivitas di rumah.

Istilahnya daring, butuh data paket internet yang memadai. Belum lagi tugas bejibun yang harus di kumpulkan.

Mau tak mau, orang tua kini ikut andil dalam hal pendidikan. Yang sekolah kini adalah orang tua mendampingi anak.

Dengan segala kekuatan dan kesabaran ekstra dan penuh, sabar dan telaten.

Oh, Guru..

Peran sertamu dalam mendidik anak adalah sesuatu yang tidak bisa di anggap remeh. Kesabaran yang kalian punya patut di acungi jempol dan entah berapa karung stok sabar yang kalian miliki.

Mirisnya masih ada beberapa murid yang susah akan akses internet. Mau tak mau harus bekerja keras, putar otak.

Bagaimana caranya tak ketinggalan pelajaran.
Paket data yang harus selalu terisi, belum lagi sinyal yang memadai, perangkat sebagai penunjang nya.

Apakah orang tua lantas berdiam diri?

Bersambung**

Nubarnulisbareng/ Dini Maysayu