CORONA OH CORONA (Isaidah)

Corona telah menambah panjang catatan sejarah pandemi virus di planet bumi. Pun di Indonesia, negara yang bangsanya multi suku bangsa, keyakinan, bahasa, dan kebiasaan sehari-hari. Sekarang ini diperintahkan untuk rajin mencuci tangan dan sembarangan menyentuh dan memegang sesuatu jika tidak penting.

Perintah ini disosialisasikan kepada semua elemen masyarakat. Mulai balita, anak-anak, remaja, dewasa, dan para manula. Penyebabnya, Corona merupakan mahluk yang tidak kasat mata yang penularannya melalui kontak langsung. Perlu alat khusus untuk dapat melihatnya. Mikroskop elektron.
Apakah Corona berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia? Pertanyaan ini mempunyai dua kemungkinan jawaban.

Pertama, Corona dapat berbahaya jika orang yang sudah memperoleh informasi dampak yang ditimbulkannya bersikap tidak mau tahu. Ngeyel, mati dan hidup seseorang hanya Tuhan yang mengatur. Ini benar adanya. Tapi ingat Tuhan mewajibkan setiap orang untuk berusaha, ikhtiar.
Ikhtiar adalah suatu proses yang dilakukan untuk mencapai beragam tujuan atau keinginan. Misalnya ingin sehat agar dapat beraktivitas dengan baik. Tentunya harus mengikuti dan melakukan petunjuk hidup sehat. Ingat bukan sekedar tahu teori melainkan wajib melakukannya.

Kedua, Corona dapat berdampak positif terhadap sikap atau perilaku seseorang. Ini berlaku untuk orang yang taat pada kebijakan pemerintah. Di antaranya untuk menerapkan pola hidup sehat dengan rajin cuci tangan, melakukan swaisolasi, dan mengkonsumsi memakan yang dapat meningkatkan antibodi.

Makanan yang mampu meningkatkan antibodi tidak selalu berharga mahal. Yang penting mengandung protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Kacang-kacangan, sayuran-sayuran, dan buah-buahan adalah makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi. Tentu nasi atau sejenisnya yang mengandung karbohidrat sebagai sumber energi harus diperhatikan.
Bagi orang muslim yang beriman kehadiran Corona harus diyakini sebagai takdir Allah SWT untuk kebaikan umat manusia. Bukan untuk menurunkan azab melainkan untuk mendapatkan banyak hikmah. Apa saja hikmahnya?

Tidak ada didunia ini yang terjadi kebetulan. Semua ada tujuan dan hikmah.
Orang muslim tertentu yang jika dilarang untuk mendatangi bar, klub malam, rumah bordil, kasino dan tempat-tempat bermaksiat cenderung tidak menggubris, dengan pandemik Corona ternyata bisa tahan diri. Ini sebagai latihan dan ajang introspeksi diri.

Selain itu keriuhan bersama keluarga kembali tercipta karena melakukan aktivitas bersama di rumah. Manfaatkan kesempatan ini untuk menumbuhkan dan membangun rasa saling menghargai dan mencintai yang selama ini terkikis kesibukan masing-masing.

Intinya kehadiran Corona banyak mendatangkan sisi positif terhadap lingkungan kehidupan sekitar. Terutama kembali kepada Allah SWT sebagai tujuan pulang yang sesungguhnya. Allah lewat mahluk tidak kasat mata ingin mengajarkan bahwa manusia harus rendah hati dalam melaksanakan semua perintah-Nya.

Corona telah membungkam dan menumbangkan kesombongan bangsa yang mengangap dirinya paling hebat secara ekonomi dan teknologi ternyata dengan Corona mengajarkan bagaimana satu saja tentara Allah, yang ukurannya super kecil mampu membuat galau 7 milyar manusia di planet bumi. Rumahmediagrup/Isaidah