Corona Akan Menjadi Teman Keseharian Kita

Saat mau memulai tantangan menulis  dengan tema “Kapan Corona Berakhir”, astagfirullah pagi ini langsung terjawab corona akan menjadi teman keseharian kita. Ampuni kami Ya Allah. Bersiap dengan kemungkinan terburuk.

Belum bisa kami menahan sabar ini ya Allah, pemimpin kami yang masih belum tau langkah mana yang seharusnya bisa di ambil dalam kasus COVID 19 ini. Sedih rasanya ketika sebagian orang mati-matian mempersiapkan diri melawan wabah ini, sebagian yang lainnya ah… Susahnya untuk bicara tentang ini.

Apakah benar kita saat ini akan menghadapi corona dengan cara “HERD IMMUNITY” kalau Wuhan, Italy dan Korsel berhasil lockdown karena pemerintah dan warganya punya kapasitas, memiliki tabungan yang cukup, teredukasi dan semua terkoneksi dengan baik.

Wuhan yang begitu disiplin warga dan pemerintahnya, perlu waktu 4 bulan untuk lockdown, bagaimana dengan kita Indonesia, seharusnya ini jadi bahan intropeksi diri kita masing-masing, sepertinya Indonesia butuh waktu 8 sampai 1 tahun terhadap wabah ini,  Oh Indonesiaku. Bisakah kita lakukan itu, berkaca dengan keadaan negeri ini. Semoga Allah dengarkan doa-doa kita.

Beberapa pekan belakangan ini kata ” HERD IMMUNITY”, ramai di perbincangkan. Mau tidak mau, suka atupun tidak, siap atau tidak siap, pada prinsipnya kita akan terus berdampingan dengan virus yang bernama corona setiap hari, seperti virus campak dan flu. Hanya saja corona belum ada vaksinnya.

Beberapa pekan belakangan ini kata ” HERD IMMUNITY”, ramai di perbincangkan. Teori “HERD IMMUNITY” ini berat untuk disampaikan 60-70%, secara ilmiah manusia akan terjangkit virus ini, dan mayoritas yang dapat bertahan akan membentuk antibody alami.

Seperti di Iran mereka tidak memiliki kapasitas untuk lockdown, karena kondisi pemerintah Iran,  mereka biarkan semua terpapar yang mampu bertahan melawan maka akan selamat dan yang tidak mampu maka tinggal menggali liang lahat. Miris sekali.

Akan ada gerakan pisahkan yang manula dan anak muda, jangan biarkan berinteraksi. Usia 50 tahun keatas jangan berinteraksi dengan yang muda, 60-70% harus terapar, agar terbentuk “Herd Immunnity” “sekawanan manusia yang telah kebal Covid 19”.

Konsekuensi dari “Herd immunity” yang pertama”siap untuk terpapar” dan yang kedua “Mayoritas menjadi carrier” anak muda akan menjadi carrier dari virus ini.

Selama virus ini belum ada vaksinnya , maka kita akan berdampingan terus dengan virus ini. Kekebalan tubuh harus di sertai dengan keberserahan diri kita pada Allah, yakin bahwa apa yang terjadi telah Allah tulis dengan jelas di “Lauhul mahfuz”. Ada dan tidak ada virus corona ini, kita pasti akan menemui janji allah, “setiap yang bernyawa pasti akan mati”.

Nubarnulisbareng/Nurfahmi

Referensi : dari berbagai sumber

Sumber Gambar : Koleksi pribadi