Corona akan Berakhir jika Indonesia Berubah

Sejak Indonesia mengumumkan secara resmi keberadaan virus Corona-19 (covid-19) pada tanggal 2 Maret 2020, sejak itu covid-19 ramai diperbincangkan. Kehadirannya yang tak terlihat mampu memporak-porandakan berbagai sektor kehidupan. Sekitar 123 negara terinfeksi virus ini. Lima juta penduduk di dunia tak luput dari paparannya.

Dalam kurung waktu 5 bulan (Januari s.d. Mei 2020) berbagai upaya telah diserukan oleh Pemerintah. Regulasi beserta sanksinya ikut menancapkan fakta bahwa pemerintah serius dalam penanganan virus ini. Walaupun kenyataan di lapangan kurang sesuai ekspektasi.

Penerapan Social distancing /physical distancing untuk memutus mata rantai penyebaran covid seperti ; 1) membatasi kunjungan ke tempat ramai, 2) tidak berjabatan tangan, 3) menjaga jarak minimal 1 meter, 4) work from home, 5) belajar di rumah secara daring bagi siswa dan mahasiswa, 6) rapat/pertemuan secara daring, 7) isolasi mandiri, 8) rajin mencuci tangan. 9) wajib memakai masker. dan 10) penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) belum mampu menghentikan penyebaran covid-19.

Kondisi kesehatan masyarakat yang variatif tidak seharusnya diberlakukan sama rata, karena penerimaan masyarakat yang bersih dari covid memang tidak ingin disamakan dengan daerah terpapar/zona merah. Akibatnya banyak masyarakat yang berlaku seperti hidup di situasi normal. Tanpa aturan protokoler penanggulangan Covid. Di sisi lain, sanksi terhadap masyarakat yg melanggar juga tidak jelas.

Baru- baru ini pemerintah melonggarkan PSBB. Bandara dan alat transportasi lainnya kembali diberi izin untuk beroperasi. Kesempatan ini tentunya disambut dengan cepat oleh masyarakat yg memang sudah lama ingin bepergian. Akibatnya data tentang ODP, PDP, bahkan yang meninggal pun semakin bertambah.

Melihat kondisi ini, sepertinya mustahil pandemi covid-19 akan seger berakhir. Banyak faktor yang mempengaruhinya.

1. Covid-19 mudah menginfeksi sementara penderitanya tidak menyadari mereka terinfeksi dan tak emiliki gejala, lalu menularkan virusnya secara diam-diam ke orang lain.

2. Sampai saat ini belum ditemukan obat /vaksin. Sementara disinyalir bahwa vaksin adalah satu-satunya pengendali Covid. Menurut peneliti di China bahwa virus itu tidak mungkin hilang seperti SARS.

Covid akan berakhir jika

1. Ada kesadaran masyarakat dan perubahan regulasi baru dari pemerintah.

2. Kesehatan masyarakat, sosial, ekonomi, dan sebagainya perlu dipersiapkan mitigasinya.

3. Perkuat resilien komunitas

4. Pelepasan PSBB dan pemulihan yang bertahap.

5. Reformasi struktural yang dapat merespon secara cepat penanganan krisis kesehatan, ekonomi, dan pendidikan covid

Covid akan berakhir jika Indonesia berubah

Nubarnulisbareng/utyagusriati