Coklat Sahabat

Coklat Sahabat

“Kau tidak benar-benar ingin melamarku …!” Aku berteriak sambil memukul calon suamiku.

“Aku … aku, tidak bermaksud apapun. Dia telah banyak membantu keluargaku. Dia hanya sahabatku,” lelaki yang sedang membonceng di depanku berteriak lebih kencang.

“Oh, jadi kalau sahabat, boleh ya dikasih coklat? Sama dong seperti kamu beri coklat ke aku! Coklat sekarang tidak spesial ya berarti. Padahal Coklatmu itu bentuk rayuan paling manis dibanding bicaramu yang sangat kaku!” Aku turun dari motornya. Membatalkan dengan paksa rencana kami untuk pergi. Mau lihat wajahnya saja benci.

Untuk saat ini, apa yang dia katakan sekadar bualan bagiku. Lebih baik aku pulang. Untung, motor bututnya masih tidak terlalu jauh meninggalkan rumahku.

Selama ini dia menjanjikan melamarku, untuk itu kita berniat pergi bersama membeli cincin emas. Niat pergi pun jadi terlambat, karena dia mengulur waktu beralasan harus menemui sahabat wanitanya. Dan parahnya lagi, ia mengatasnamakan keluarga untuk menemui sahabatnya dan memberikannya coklat.

Coklat bagiku begitu spesial, karena dia tidak pandai berucap manis. Sehingga dia sering memberi coklat untuk menarik perhatianku. Sekarang, dia mematahkan sendiri “arti” coklat diantara kita.

Benci …!!!! Air mataku tumpah, tidak terbendung.

Saat aku geram dengan coklat, aku pun berlari pulang sendiri. Untungnya rumahku hanya beberapa blok dari pertikaian kami.

Kudapati paket berbentuk amplop di teras rumahku. Nampaknya sebuah kiriman dari seorang sahabatku di Singapura. Dengan segera kubuka. Di dalamnya kulihat Bracelets coklat yang begitu manis dan Letra coklat yang begitu anggun.

MasyaAllah, secepat itu Tuhan Kau mengobati perihku terhadap makna Coklat. Mak Rere, terimakasih hadiahmu mengobati tangisanku. Sesakku berganti senyuman. Arti coklatku saat ini adalah persahabatan.

“Friendship Bracelets, because a sweet friendship refreshes the soul,” Mak Rere.

Aku menghapus bulir-bulir di pipi, sambil membaca pesan yang dia tuliskan: “Dear Mak D, I hope you like this Letra Brooch I made special for a special friend, Love Mak Rere.”

Yes, you’re right, i fell better now. Many thanks for your support while you don’t knom my problem but you know thats sweet friendship refreshes the soul.

Semoga mak Rere selalu dilimpahkan kesehatan, diberi Allah kemudahan di setiap langkahnya dan selalu bahagia dengan keluarga. Amin.

Cheers,

-Mak D-

Cerita ini adalah cerita faksi yang terinspirasi dari seorang sahabat Dewi di Singapurađź’—