Cinta, Dimanakah kau Berada: Review Novel Terusir

Judul: Terusir

Penulis: Hamka

Penerbit: Gema Insani

Tahun terbit: 2018 (cet.5)

Halaman: viii,132 halaman

Kehidupan yang awalnya menyejukkan hati membuatnya terasa hampa. Cinta, begitulah ia disapa. Dia seorang intelektual muda, penuh kreativitas, bahkan produktif, tak banyak teman hingga ia hanya menyendiri setiap hari. Wajahnya pun berbeda dari kebanyakan orang. Namun jika seseorang sudah sangat dekat dengannya, ia tidak akan melepasnya begitu saja meskipun badai menerpa.


Suatu ketika ia sedang mencari mitra untuk dijadikan rekan kerjanya. Namun begitu kerasnya ia mencari tak juga menemukannya. Dari awal ia melamar ia telah ditolak dengan ucapan kasar. Ia sadar bahwa dirinya memang tak seperti orang lain.


Di hari berikutnya, tak pantang menyerah, ia kembali mencari namun tak kunjung menemukan. Sama dengan hari pertama kalinya ia mencari. Berbagai omongan pun sampai, tidak dipercaya, direndahkan bahkan semua orang membencinya. Hingga orangtuanya pun kecewa dan tidak percaya lagi dengannya.
Seiring berjalannya waktu, ia memutuskan untuk keluar dari kampung halamannya. Ia mulai bergerak dan mencari tempat yang ia anggap bisa menemukannya, Jakarta. Akan tetapi persis seperti apa yang telah ia alami, tak seperti yang diharapkan. Keadaannya pun bertambah parah dari sebelumnya. Tidak hanya diolok, bahkan ia hampir kehilangan hal yang paling berharga dalam dirinya.


Suatu hari ia bertemu dengan seseorang yang sangat baik hati. Dan bahkan karenanya ia memiliki sebuah pekerjaan. Akan tetapi hal yang dulu terjadi tetap terjadi namun bisa diminimalisir karena temannya itu, Candra_begitulah namanya. Ia percaya dan yakin bahwasanya Candra tidak akan berbuat hal yang buruk kepadanya. Waktu berjalan begitu cepat hingga tibalah waktunya untuk sukses dan bisa diakui semua orang. Akan tetapi, sebelum ia mencapai kesuksesannya ternyata ia ditipu oleh Candra. Bahkan ia pun tidak menyadari akan hal itu. Dia dituduh menjalankan bisnis gelap, hingga akhirnya ia dimasukkan ke penjara selama dua tahun. Tak ada orang yang bisa membantunya, tak ada jaringan.


Setelah dua tahun berlalu, ia mulai berusaha keras untuk sukses, akan tetapi tak semudah membalikkan telapak tangan karena ia baru keluar dari penjara. Perjalananpun dimulai dari hal yang paling kecil. Ia tak lagi mudah mempercayai seseorang yang asing bagi dirinya. Ia berusaha untuk mengerjakannya sendiri meskipun saat itu ada seseorang yang tulus untuk dirinya. Namun ia tidak mengindahkannya, dan hal itu berdampak buruk baginya. Ia tidak pemperoleh apa yang ia impikan, dan pada akhirnya ia mulai mencari orang itu. Beberapa bulan kemudian, tak sengaja ia bertemu dengannya disebuah toko dan mulailah ia menceritakan masalahnya. Dan dia dengan tulus membantunya hingga Cinta benar benar sukses.

rumahmediagrup/afhermanda