CERITA YANG TELAH USAI

Bertemu kamu, ingatanku seketika kembali ke masalalu. Dimana aku pernah membuatmu begitu pilu. Aku tahu, saat kutanya terakhir kali lidahmu mendadak kelu. Malam pun ikut membeku. Betapa tidak, aku yang kamu damba tiba-tiba memilih pergi dan berlalu. Hatimu hancur seketika seperti debu. Aku tahu, ada kabar menyampaikan berita itu padaku.

Sebenarnya, ada hati yang ingin kembali aku peluk. Disaat kamu mulai memperlihatkan rasa suka yang bukan bercanda. Meski akupun sempat dibuat patah olehnya. Tapi rasaku memang lebih dalam dari luka yang pernah kuterima karenanya.

Sebenarnya, sebelum kuputuskan pergi dari rencanamu, aku telah berusaha sekuat hati merawat benih yang kau tanam di hati. tapi, setelah sekian waktu berjalan. Benih itu tak juga tumbuh apalagi bermekaran. Perasaanku tetap tak berubah. Aku hanya ingin kita berteman saja. Tak mau menancapkan duri terlalu dalam didadamu. Akupun memilih meninggalkanmu.

Ah, Jangan tanyakan bagaimana perasaanku setelah semua berlalu. Tentunya aku merasa bersalah padamu. Namun buat apapula dipaksakan. Kalau pada akhirnya kata ‘saling’ tidak bisa tercipta dalam menjalani hubungan.
Perlu kamu tahu, kamu tetap mengesankan meski aku memilih untuk tidak bertahan.

Kita memang dipertemukan bukan untuk selamanya. Maaf karena aku telah meleburkan harapanmu. Terimakasih telah menerima keputusanku waktu itu. Kini, kita telah menemukan bahagia masing-masing. Aku dengan dia yang kucinta. Dan kamu dengan hati yang baru.

Cerita kita telah usai. Melihatmu tersenyum menyambut pertemuan tak terduga kita. Aku yakin sekarang semuanya sudah baik-baik saja. Tak perlu lagi aku merasa bersalah. Tak harus juga kamu merasa sedih dan sakit hati. Tiada pula perasaan lain yang tak semestinya. Hubungan kita tetap baik-baik saja tanpa perlu ada rasa apa-apa.

Pangalengan, 300521

Nubarnulisbareng/Titin Siti Patimah