Cerita Untuk Umi Dan Abi

” Mik, semalam saya sudah mulai nulis naskah untuk nubar penulis cilik, tapi belum selesai masih dapat dua paragaraf saja, tolong di kasih saran ya mik.

Kuraih SmartPhone yg kosong tanpa kartu itu, rupanya dia sedang belajar fastwriting/ menulis cepat tanpa editing lumayan juga tulisannya meskipun masih berhamburan paragrafnya. Gak nyadar kalau anakku juga bakat menulis. Ada sebuah kata yang membuat airmataku langsung mengalir tanpa kuperintahkan

Ratusan kilometer aku dan kedua orangtuaku akan terpisah, karena keputusanku yang ingin menempuh pendidikkan setelah lulus SD yaitu mondok, karena ingin memperluas ilmu agama islam(tsaqofah).

Walaupun harus berpisah dengan orang tua tapi aku tetap yakin dan teguh hati bahwa hidup didunia ini haruslah semata-mata untuk mencari ilmu aqidah dan amal sholih sebanyak banyaknya..

Entah bagaimana harus kuungkapkan segala perasaan terima kasihku pada umi, abi..
Aku tau segala keringat dan airmatamu tercurah untukku juga adik adik, kami anak- anakmu yang terkadang lupa berterima kasih ketika umi berikan uang saku, makanan dan baju, dan tempat tidur yang empuk …. Umi dan abi, sebenarnya masih merasa kurang aku merasakan pelukkanmu tapi aku harus pergi meninggalkan kalian, menuntut ilmu dipondok NDM. Ada rasa cemas bagaimana jika aku tiba-tiba merindukan rumah, rindu masakkan umi yang selalu membuatku lapar, jahilnya adik adik, juga saat memancing ikan ditepi waduk bersama abi. Tapi aku ridho, karena aku tau itu adalah perjuangan umi dan abi melepasku menjadi anak yang sholih, kata umi

” jika ingin berkumpul bersama disyurga semuanya harus berjuang, berpisah sementara didunia tapi semoga dipertemukan kembali disyurga”.

Umi dan abi, aku tau kalian tiada maksud membuangku seperti kata orang-orang itu… Aku yakin sepenuh hatiku umi akan selalu memberikan yang terbaik untukku, insyaAlloh tetesan airmata umi akan kuhapus dengan pahala yang mengalir melalui bacaan tafhidzku, doakan aku selalu…..

———

Beberapa kalimat yang membuatku terharu, sambutlah jihadmu ya le…

LellyHapsari/RumahMedia

One comment