Cerita Hijrah (Bagian 1)

Cerita Hijrah (Bagian 1)

Khilafah … awalnya kata kata itu begitu sangat asing di telingaku, karena yang sering aku dengar adalah kata kholifah, seperti dalam dongeng sejarah. Bahkan selama saya menuntut ilmu disekolah sekolah formal sekalipun tak pernah kudengar kalimat itu disebut baik dari pelajaran sejarah ataupun pelajaran agama.

Dalam runtutan waktu, saat perjalanan spiritual rukhiyahku berjalan mengantarkan aku pada suatu pertemuan dengan seorang ahwat. Di surabaya. Dia adalah Aska, ya.. Yang akhirnya ku kenal ustadzah Askanah

Sosoknya memang biasa, penampilannya sangat sederhana. Tapi yang membuatku tertarik adalah kerudung lebar yang dipakainya, dalam hati kecilku bergumam “Pastilah mbak ini ilmu agamanya sangat luas”

Saat itu penampilanku jauh dari kata islami bahkan julukkanku adalah “Antropas” alias anak trotoar pasar. Rambut potongan pendek yang jarang disisir, celana jiens butut yang dekil dan bolong bolong sandal jepit alas kakiku.

Pertemuanku dengan beliau saat kami sama-sama menunggu angkot ditepi jalan. Dengan iseng- iseng beliau menyapaku ramah.

“Dik, nunggu angkot juga ya?”

Aku hanya mengangguk sembari klosotan dipinggiran trotoar, dengan cuek kulemparkan pandangan disela-sela debu jalanan

“Adik mau kemana?”
tanya akhwat itu sekali lagi.

” Entahlah mbak, saya mau pulang tapi malas.”

“Lha, tadi dari mana?”
Selidiknya.

“Ya biasalah mbak lagi kongkow-kongkow sama teman, habisin sisa hidup”

Akhirnya obrolan akrab itu terjadi, sepertinya dia penasaran dengan cerita kehidupanku.

Aku yang terbuang dari lingkunganku tak pernah dapatkan kasih sayang, kedua orangtuaku bercerai ketika aku masih bayi. Bapakku pergi dengan pelakor dan ibukupun membalasnya, dia pergi dengan lelaki tua kaya raya.

Bersambung

rumahmediagrup/lellyhapsari

One comment