Cara Asyik Bikin Portofolio Menulis

Cara Asyik Bikin Portofolio Menulis

Punya hobi menulis, tapi kurang percaya diri saat ingin mengirimkan karya tulis ke media massa. Merasa ilmu dan pengalaman masih sedikit dan perasaan pesimis lainnya kadang membuat down sehingga kita lagi-lagi tidak jadi mengirimkan karya sendiri. Akhirnya tulisan-tulisan kita hanya jadi koleksi pribadi yang tidak pernah dibaca oleh orang lain.

Padahal menurut kita pribadi, tulisan-tulisan yang telah ditulis dapat memberikan banyak manfaat untuk banyak orang. Akan sayang sekali kalau hanya jadi ilmu yang tertahan di dalam dokumen pribadi. Pernah mengalami hal seperti ini, Sobat?

Sebagaimana halnya saat melamar kerja yang membutuhkan surat keterangan pengalaman bekerja, dalam mengirimkan tulisan supaya pe de, kita membutuhkan portofolio tentang pengalaman menulis. Portofolio berguna sebagai bahan pertimbangan bagi tim editor untuk melirik hasil karya tulis kita. Berikut cara mengumpulkan portofolio menulis:

Ikuti pelatihan menulis.

Sekarang ini banyak sekali pelatihan-pelatihan menulis baik via online atau offline. Pilihlah para mentor yang kredibilitasnya bisa dipercaya dan dipertanggungjawabkan. Terutama sekali, pilihlah kelas yang sesuai dengan kebutuhan kita. Jangan mentang-mentang kalap melihat kelas-kelas nulis, lantas kita membabi buta mengikutinya tapi tidak bisa memenej waktu sehingga malah jadi terabaikan sebagian.

Rajin menulis karya dan kirimkan.

Mengirimkan hasil tulisan ke media massa dan terus menulis itu penting. Setiap kali mengirimkan suatu karya tulis, buatlah catatannya dalam buku catatan khusus. Lalu lupakanlah! Lupakan dalam arti tidak usah menunggu apakah tulisan tersebut di muat atau tidak. Tapi tulislah tulisan baru lagi, kirimkan lagi dan begitu terus menerus.

Ikuti lomba-lomba menulis.

Sekarang ini banyak sekali lomba-lomba seputar dunia kepenulisan. Tidak ada salahnya kita ikut berpartisipasi mengirimkan karya tulis. Siapa tahu kita beruntung. Kalau belum beruntung, jangan patah semangat, terus mencoba lagi dan lagi.

Tulis prestasi atas karya tulis.

Setelah mengirim beberapa karya dan berhasil menang di beberapa kompetisi, segera dokumentasikan. Tulis dalam catatan khusus meliputi lomba apa, juara ke berapa, siapa yang mengadakan dan tahun pelaksanaan. Jangan lupa untuk menuliskan media massa mana, diterbitkan tanggal berapa, kalau perlu fotokopi atau koleksi bagian halaman di mana tulisan kita terpampang.

Mayor dan indie sama-sama oke.

Sekarang bukan eranya lagi hanya menunggu buku bisa terbit di penerbit mayor, Sobat. Tidak ada salahnya bila kita mengikuti kegiatan nulis bareng alias nulis keroyokan dalam bentuk antologi. Bila punya modal dan pangsa pasar sendiri, bisa mencoba menerbitkan buku solo lewat penerbit indie. Saat ini banyak sekali penerbit indie yang menerbitkan paket-paket penerbitan dengan harga murah meriah namun kualitas tetap istimewa. Salah satunya penerbit Rumah Media Grup.

Nah, setelah kita berhasil mengisi portofolio, pasti rasa percaya diri akan muncul dengan sendirinya. Kita pasti akan lebih berani mengirimkan tulisan. Biasanya pihak redaksi atau tim editor  dari penerbit juga akan mempertimbangkan portofolio yang kita miliki. Selain itu penulis yang sering berlatih menulis dan rajin menambah ilmu, kualitas tulisannya akan lebih baik bila dibandingan dengan penulis yang malas. Semoga bermanfaat.

***

Rumahmediagrup/rheailhamnurjanah