BULAN SUCI MENYUCIKAN HATI

Terkurung selama sebulan lebih akibat pandemi yang sedang melanda negeri, cukup membuat ku penuh esmosi. Ditambah lagi setiap detik karbo menghujat perut hingga badan semakin berat. Belum berhenti disitu panas semakin menggelora ketika mesin ATM selalu meminta maaf karena gesekan sudah pada batas limit. Ruangan sempit berpenghuni 6 orang berkumpul semua, membuat suasana gerah. Akibatnya sedikit saja terjadi gesekan maka pintu menjadi korban, barang-barang berterbangan, emosi meluap untuk hal yang sama sekali tak perlu.

“Kakak, ini baju dimana aja. beresin!”
“Dede, main hp mulu, jaga adik!”
“aduuuuhhhhh ini lagi, kamar mandi berantakan begini, bok ya dibersihin dulu, sebelum keluar!”
“Please dech, kalian bisa tenang gak ya! Bunda lagi konsentrasi nich, bikin kelas online!”
“Ya ampun, kenapa pake sapu itu? itu kan sapu buat di rumah?”

Dan banyak lagi omelan-omelan sepanjang hari, hingga aku merasa Lelah.

“Astaghfirullahaladzim. Ya Allah ampuni dosa ku. Tidak seharusnya aku seperti itu, harusnya aku bisa bersabar, menikmati kebersamaan ini sebagai anugerah. Kapan lagi bisa kumpul bersama, sementara sebentar lagi anak-anakku akan pergi jauh untuk melanjutkan sekolah. Dan umurku siapa yang tahu? Mungkin ini kebersamaan terkahir bersama mereka.” Air mata tak mampu ku bendung lagi mengalir deras bersama penyesalan atas sikap yang ku lakukan selama ini. “Ya Allah ampuni dosaku!”

Allahu akbar Allahu akbar! Sayup terdengar suara putra sulungku mengumandangkan adzan maghrib. Diatas sajadah ku bersujud, mengucap syukur. Alhamdulillah. hari ini masuk hari pertama bulan Ramdhan.Bulan penuh berkah, bulan penuh ampunan. Bulan yang apabila manusia mengetahui nilainya, maka manusia akan berharap bulan-bulan dalam satu tahun adalah bulan Ramadhan. Bulan dilipatgandakan pahala. Bulan dibukanya pintu-pintu syurga dan ditutupnya pintu-pintu neraka. Bulan dimana ada malam yang penuh keberkahan dan kemuliaan yaitu lailatur qadar sebagaimana Allah berfirman yang artinya “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr 1-3)

“Ya, Allah izinkan kami menikmati nikmatnya Bulan Ramadhan, golongkan kami bersama hamba-hamba-Mu yang bertakwa.”

Ku sambut suami dan putra-putraku yang baru datang dari masjid. “Ayah, maafkan bunda ya, juga sama kalian, maafkan bunda. Mungkin selama ini kalian tidak nyaman dengan sikap bunda yang selalu ngomel dan marah-marah!” “Sama-sama Bun, ayah juga minta maaf, kurang peka dengan keinginan bunda” kami berpelukan. Melepaskan segala beban dan meringankan segala rasa, menerima dan bersyukur dengan apa yang kami miliki. “Bun, maafkan Kakak ya, Kakak suka ngebantah,” kata-katanya terputus dengan isak tangis. Dia bersimpuh, aku memeluknya. Dan doa seorang ibu tertumpah padanya. Lalu dia sungkem pada ayahnya. Diikuti oleh adik-adiknya. malam itu sungguh mengharu biru. Hingga kumandang Isya terdengar. Kami berangkat bersama-sama ke masjid untuk melakukan ibadah sholat Isya dan sholat tarawih pertama di bulan suci Ramadhan. Marhaban Ya Ramadhan.