Bubu dan Tetem

Pandemi mengiringi keberadaan mereka berdua, karena rezeki mereka berdua juga sehingga mereka bisa sampai saat ini ada bersama kami, mulanya aku ga pernah indahkan mereka berdua, hadir tiba-tiba dibawah kolong mobil di pagi hari, bersama induknya.

Kalau bukan masa pandemi sudah dipastikan mereka tidak akan ada bersama kami, karena kami bekerja dirumah sehingga kami bisa mengurus Bubu dan Tetem. Kini sudah hampir 6 bulan kebersamaan ini masih terjalin.

Bubu karena bulunya berwarna abu-abu, dan Tetem karena warna bulunya hitam. Setiap pagi mereka sudah rame untuk minta makan, bila pintu rumah tidak di kunci, maka mereka bisa membukanya, bersatu padu Bubu dan Tetem mendorong pintu berulang-ulang hingga pintu terbuka.

Pagi hari ketika pintu dibuka karena akan membuka gembok pintu pagar, mereka berdua sudah standby di depan pintu, bersiap berlari masuk kedalam rumah dan target mereka untuk segera sampai di dapur karena disana ada kaki seseorang yang menjadi incaran untuk mereka putari sambil menempelkan tubuh dan bulu mereka. Minta di manja gitu…

Sekarang ada yang diajak ngobrol di dapur, ikut bersama didapur sambil mengendus kira-kira ini makananku bukan ya??… Hehe… Kadang saya iseng untuk memberikan bawang merah kehidung salah satunya. Dan langsung bersin. Hehe…

Bila pintu tidak dibuka, Bubu sudah pintar dia naik keatas loteng dan sampai di dapur sambil terus mengeong dari atas atau dia akan mengeong tepat diatas kamarku, ketika mendengarkan suara ku dan mengeong.

Benar tentang istilah dari barat sana, weting tresno jalaran soko kulino. Kami sekarang mencintai mereka, jadi lucu-lucuan, tapi karena sekarang mereka sudah bertambah besar sudah mulai loncat sana-sini, naik ketempat tidur, ikut zoom meeting, naik di atas laptop, satu lagi dia sudah berani untuk menciumku.

Kami lihat pertumbuhan dan perkembangan Bubu dan Tetem. Menjadi hiburan kami di masa pandemi. Entah sampai kapan mereka betah, mungkin ketika mereka bertambah besar akan melanglang buana?? Siapa yang tau …. ??