BONITA

Ku dekap erat, mencoba mencari tenang darinya. Bonita sahabatku sejak kecil. Satu-satunya warisan mendiang ibuku. Mbok Nah memberikannya padaku dan mewanti-wanti agar aku menjaganya. “Non Sinta, tolong jaga Bonita baik-baik, suatu saat dia akan mengantarkanmu pada kehidupan yang baru. Maaf Mbok Nah harus pergi. Tapi, Mbok Nah akan selalu memantau Non Sinta. Non yang tabahya, kuatkan diri. Jaga diri. Hati-hati”

Selembar surat yang ditinggalkan Mbok Nah pada malam dia meninggalkan rumah. Aku tidak mengerti apa maksudnya. Namun saat ini Bonita sangat membantuku. Saat ayah marah-marah di rumah, membanting semua barang yang ada di hadapannya akibat pengaruh alcohol. Aku mengunci diri di lemari baju bersama Bonita.

“Sinta …” suara lembut memanggilku. “Mamah …” “Sinta, kamu yang tabah ya. jaga Bonita!” perlahan bayangan itu menghilang dalam asap putih. “Mah, mamah, jangan pergi … Mamaaah!” Duk! “aww!” Jeritku. Kepalaku terbentur laci lemari. Ternyata aku tertidur di dalam lemari baju.

Perlahan ku keluar, mengintip ruang tengah, apakah ayah masih disana atau tidak. Jam menunjukkan pukul 3 pagi, ku rapikan tempat tidur. inginnya ku kembali tidur, karena masih sangat mengantuk. Namun, muka sepet ibu tiriku membuat mata ku tak bisa ku pejam. Sebelum berangkat sekolah, aku harus membereskan rumah plus memasak sarapan untuk keluarga.

Sangat berat bagi anak yang baru menginjak SMP kelas 2. Apa boleh buat, aku harus menerimanya, kalau tidak rotan dan cercaan akan meluncur di kaki ku. bukan hanya itu mendapatkan bekal untuk ke sekolah hanyalah sebuah mimpi. Sebelum Mbo Nah pergi, aku sudah menjadi pembantu di rumahku sendiri. Apalagi sekarang, semua pekerjaan rumah aku yang tangani.

“Sebaiknya kamu pergi dari sana, Mia!” Usul Mey sahabatku. “Kamu bisa tinggal di rumahku.” Dewi menawarkan diri. “Atau kamu bisa ke rumah Nenekmu yang di Jawa. Kebetulan keluarga Kakakku ada disana tidak jauh dari alamat nenek mu. Biar aku yang antar!” Kata Herman. Dia memang lelaki pemberani dan baik hati.

Apa yang akan dilakukan Mia? Apakah dia akan menerima usul teman-temannya? Atau dia akan bertahan di rumah itu sebagimana pesan Mbo Nah? Simak cerita selanjutnya di di chanel yang sama!