Biru

Biru

Jika ditanya apa warna kesukaanmu? Jawaban saya dulu adalah biru. Entah kenapa suka sekali dengan warna biru. Mungkin ada hal magis yang menghipnotis sehingga saya benar-benar menyukai warna itu.

Jika ada yang mengenal saya versi zaman dulu, mungkin sudah tidak asing lagi dengan koleksi barang serba biru. Baik barang besar maupun barang-barang yang sangat kecil.

Saya sendiri tidak tahu kenapa, seolah-olah ada dorongan tersendiri untuk memilih warna biru setiap akan membeli suatu barang.

Termasuk saat stress, jika orang lain suka naik gunung dan menikmati pemandangan yang hijau-hijau, saya malah sukanya ke pantai, memandang langit biru dan mendengarkan nyanyian ombak. (Ah, jadi kangen masa-masa jadi anak pantai …)

Dulu tak pernah terlintas ada makna apa dibalik hobbi koleksi warna biru. Semuanya seolah ngalir begitu saja. Hingga saat bertemu dengan teman yang kuliah di jurusan psikologi barulah saya memahami ternyata di balik warna kesukaan itu ada makna secara psikologisnya.

Berhubung sudah lama sekali ngobrol masalah warna favorit dengan teman saya itu, saya ambil maknanya dari theasianparent.com, ternyata sifat si penyika biru itu kalem, cool, dan merupakan yang terbaik dalam menyimpan perasaan dibanding penyuka warna lain.

Masih di laman yang sama, author menuliskan jika biru adalah warna laut yang sering dihubungkan dengan rasa tenang. Para penyuka warna biru biasanya dapat menemukan kedamaian dan ketenangan di tempat-tempat yang penyuka warna lain belum tentu bisa tenang di sana.

Nah, cocok banget kan dengan apa yang saya sukai. Beneran deh, saya memang suka banget main di pantai, menatap warna birunya langit. Rasanya jika sudah berada di pantai separuh beban di pundak terasa terangkat. Lebih plong lagi jika bisa berteriak dengan lepas.

Kabarnya, orang yang menyukai pakaian berwarna biru biasanya mudah bergaul, bisa dipercaya, dan mudah dicintai. Hmm … Bisa jadi benar ya, sekaku-kakunya saya walaupun ga kayak kanebo kering banget sih, tapi tetep welcome sama orang baru dan senang jika mendapatkan teman baru.

Nah, jika ngomongin warna biru, jadi inget salah satu teman seperjuangan saya. Dulu kita sama-sama penyuka biru. Mungkin karena warna kesukaan yang sama dan sering bareng saat berburu barang unik berwarna biru jadilah kita sahabat dekat.

Namun sayang, kami terputus kontak hingga saat ini. Biasanya aplikasi yang dibuat oleh pak Mark Zuckerberg bisa mempertemukan sahabat-sahabat lama yang tak pernah bertemu lagi di dunia maya, namun untuk si anak satu ini saya benar-benar kehilangan jejak.

Semoga suatu saat kita bisa bertemu kembali. Saat ini, saya hanya berharap jika saat dia melihat langit biru akan teringat akan kenangan indah itu.

rumahmediagrup/wina_elfayyadh