Bila Waktu Memanggil

Bila waktu telah memanggil teman sejati tinggalah amal, bila waktu telah berhenti teman sejati tinggallah…. Bait lagu yang di nyanyi Opick ini nanyian tentang bagaimana kita dalam menyikapi kematian.

Kullun nafsun dzaiqotul maut, setiap yang bernyawa pasti akan mati, kematian akan mendatangi kita dimanapun juga. Kita tidak bisa menghindar dan juga tidak bisa memohon penangguhan waktu.

Dunia itu tempat meninggal bukan tempat kita tinggal. Karena dunia itu hanya sementara, dunia diibaratkan kita berada dalam perjalanan dan karena lelah  kita beristirahat sejenak untuk sekedar melepas lelah itulah dunia. Hanya sebentar

Waktu tidak bisa di tabung, jumlah waktu yang diberikan pada  kita sama,  tapi tidak semua orang dapat memanfaatkan waktu dengan baik, banyak diantara kita yang begitu yakin bahwa mereka akan bisa menikmati waktu didetik berikutnya. Sehingga susah untuk mengingat kematian.

Orang yang cerdas adalah orang yang bisa mengingat kematian, cerdas dalam mempersiapkan kematian, inventasinya dan berjual beli langsung pada Zat pemilik semesta raya.

Yakinkah kita kalau esok masih diperuntukkan bagi kita?, pernahkah terfikir oleh kita apa bekal yang akan kita bawa ketika kita kembali kekampung akhirat.

Ada sebagian orang yang sibuk untuk mempersiapkan kampung akhirat dan ada juga yang sibuk untuk menikmati exotic dunia, yang menggairahkan. Ada pada pilihan yang manakah kita, atau ada dimanakah kita.

Pilihan sudah Allah tetapkan kebaikankah  atau keburukan yang akan menyertai jalan hidup kita, apakah kita mampu untuk mewarnai atau malah kita yang terwarnai.

Semoga saat esok tiada maka tempat terbaik dan amal terbaik kita yang membersamai saat sakaratul maut menjemput kita. Aamiin yaa rabbal ‘alamiin.

Nubarnulisbareng/Nurfahmi

Sumber gambar : Foto Koleksi Pribadi