BERUBAH JADI CINTA

Bagian 02

Ciiitttt…. Brakkkk!!!

Aku tak sadar, ada hewan yang melintas begitu saja, kucing namun bagiku teramat besar.

Tak ayal, motor baru yang di belikan Mama mencium aspal bersamaku, ah so sweet sekali.
Temanku terpental entah kemana, sedangkan aku masih dengan sadar ku memeluk motor matic ku.

“Aduh.. perih, sakit, pusing” aku mengerang kesakitan.

Untungnya ada mobil di belakangku yang menolong, ternyata dia polisi lalulintas.
Aku di bawanya ke rumah sakit terdekat, kakiku bagian betis sebelah kiri cukup parah terluka dalam, jempol kaki dan mata kaki serta lutut.

Darah bercucuran, tapi aku masih sadarkan diri.
“Terima kasih Pak” ucapku lirih
Kemudian aku lemas.

Di rumah sakit**

“Segera lakukan tindakan, korban kecelakaan tunggal”.

Aku masih bisa mendengar meskipun samar. Di gendongnya aku ke dalam, menuju ruang Unit Gawat Darurat.

Malu, sungguh aku malu.
Dan menyesal.
Nasi sudah menjadi bubur, waktu tak dapat di putar kembali.

“Tahan ya Mbak, perih sedikit” perawat dengan sigap membersihkan luka-luka ku.

“Dari mana malam-malam begini?” tanyanya lagi mengalihkan perhatian sakit yang kurasakan.

Bersambung**

Nubarnulisbareng/Dini Maysayu