Bersyukur adalah Kunci Kebahagiaan Sejati

Hampir semua manusia di dunia ini pasti pernah atau bahkan sering mengeluh. Musim hujan mengeluh, “kok hujan?” Demikian sebaliknya, musim kemarau, “kok panas?” Masih banyak keluhan lainnya. Aku sendiri dulu tukang mengeluh dari semua yang terjadi, seakan tidak ada yang sesuai.

Selidik punya selidik, ternyata berawal dari banyaknya luka batin dalam diriku sejak dalam kandungan. Luka penolakan dan pengabaian yang menyebabkan orang selalu berpikir negatif, sehingga tidak tahu bagaimana cara bersyukur. Sayangnya, banyak yang belum tahu bagaimana cara menyembuhkan luka batin itu. Bahkan orang yang sudah tahu caranya pun, banyak yang malas untuk berproses.

Masa Pandemi membuat banyak orang semakin kehilangan harapan. Padahal kalau sudah tahu celah dan terbiasa untuk bersyukur, ada banyak rahmat tersembunyi di baliknya. Dengan berlarut-larut dalam keputusasaan, membuat orang kehilangan logika. Hati nurani tertutup oleh sampah emosi.

“Sampai kapankah manusia mau seperti ini?” Jalan terbaik untuk bisa bersyukur dalam menghadapi berbagai persoalan adalah:

1. Berdamai dengan diri sendiri. Mau menerima kelemahan dan kelebihan diri sendiri.

2. Berdamai dengan orang lain yang menyakiti.

3. Berdamai dengan keadaan yang tidak sesuai keinginan.

4. Berdamai dengan Tuhan.

Kebanyakan manusia menyalahkan Tuhan saat menghadapi masalah. Padahal semua yang terjadi seringkali karena kesalahan diri sendiri dan orang lain. Kita harus berjiwa besar menghadapi keadaan. Siapapun yang bersalah, tidak perlu fokus ke sana, lebih baik mengubah fokus untuk mendapatkan solusi terbaik.

Pernahkah kita bersyukur karena :

1. Bisa bernapas gratis? Bayangkan bagaimana orang yang sakit kritis harus di ICU! Berapa biayanya?

2. Mempunyai tubuh normal? Bayangkan bagaimana orang cacat! Mereka lebih rajin bekerja daripada orang normal yang malas.

3. Mempunyai keluarga harmonis? Bayangkan bagaimana orang yang bercerai! Anak menjadi korban dan masalah lain.

Kalau kita kumpulkan, banyak sekali hal-hal yang kita anggap biasa seperti di atas, yang sebenarnya adalah anugerah terindah dari Tuhan yang layak disyukuri. Marilah kita renungkan bersama, kita kumpulkan berapa banyak rahmat yang Tuhan berikan kepada kita semua.

Terutama di masa pandemi ini, sebaiknya kita segera menyadari tanpa kekuatan Tuhan, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Banyaklah bersyukur, bahkan dalam kondisi menyedihkan sekalipun. Tidak mudah untuk bisa bersyukur, apalagi kalau dalam kondisi buruk.

Pengalaman mengajarkanku untuk belajar menerima. Aku selalu menanamkan dalam pikiran bahwa ada rahmat besar di balik setiap permasalahan yang muncul dalam kehidupan setiap insan. Hal itulah yang membuatku banyak bersyukur sekarang, bahkan dalam kondisi buruk sekalipun. Selain itu aku terinspirasi dari buku berjudul Sadhana karangan Anthony De Mello, yang mengajarkan tentang bersyukur dari hal-hal kecil.

Dengan bersyukur, kita pasti akan merasakan Kebahagiaan Sejati. Tidak ada cara lain selain bersyukur. Tetap semangat buat semua yang sedang menghadapi masalah, percayalah ada rencana Tuhan yang begitu indah di baliknya.

Manfaatkan waktu yang singkat ini untuk hal-hal yang bermanfaat. Dengan berbuat baik, kita juga merasakan kebahagian melebihi apapun. Selamat berproses membenahi diri, supaya terbiasa untuk bersyukur. Tuhan menyertai langkah hidup kita semua.

The Power of Thinkingđź’–

The Power of Forgivenessđź’–

Wenny Kartika Sari