Bermain Kerajaan

Setiap sore hari sepulang sekolah Keenan dan teman-temannya selalu menghabiskan waktu untuk bermain bersama. Setiap hari jumat Keenan dan teman-temannya bermain lebih lama dari biasanya, karena mereka pulang sekolah lebih awal. Sepulang sholat jumat, Keenan bermain bersama teman-temannya di lapangan tempat biasa bermain.

“Adi, hari ini kita main apa ya?” Tanya Keenan pada temannya sambil melihat keatas seolah-olah sedang berpikir keras.

Adi pun ikut berpikir mencari-cari ide akan bermain apa hari ini.

“Bermain kerajaan saja yuk!” Sahut Fauzan.

“Boleh juga, aku yang jadi Rajanya ya, teman-teman.” Usul Keenan kepada teman-temannya.

“Boleh.” Jawab teman-temannya dengan senang hati.

Setelah diskusi selesai dengan semangat, Keenan mengatur teman-temannya. Adi menjadi Panglima Perang, Fauzan menjadi Prajurit, dan Dodo menjadi Penasehat Kerajaan. Akan tetapi tanpa Keenan sangka Fauzan menolak aturan Keenan. Fauzan tidak ingin menjadi prajurit, Fauzan ingin menjadi panglima perang.

Keenan dan Fauzan terlibat pertengkaran, Fauzan marah kepada Keenan karena Keenan tidak mau mengabulkan keinginannya. Fauzan pun pergi meninggalkan Keenan dan teman-temannya yang lain. Melihat hal itu, Keenan pun pulang kerumah sambil menangis.

Sesampainya di rumah, Keenan mengadu kepada Ibunya.

“Ibu, aku kesal pada Fauzan…” Keluh Keenan pada ibunya.

Wa’alaikumsalam, kenapa salamnya tertinggal nak?” Tanya Ibu sebelum menanggapi keluhan Keenan.

“Bu, pokoknya Aku kesal pada Fauzan. Fauzan tidak mau mematuhi perintahku sebagai Raja. Fauzan malah terus melawan dan marah padaku, seharusnya Dia patuh pada Aku selaku Raja.” Keluh Keenan tanpa menghiraukan pertanyaan Ibunya.

“Iya, dalam permainan itu kamu memang rajanya, tapi kita hanya manusia biasa. Manusia tidak bisa menundukkan semua orang. Kamu juga seharusnya tidak memaksakan kehendakmu pada teman-temanmu, nak.” Jelas ibu pada Keenan.

“Kenapa begitu bu? Raja kan penguasa, jadi harus dipatuhi.” Jawab Keenan.

“Tidak semua raja bisa seenaknya berkuasa, dan tidak semua raja bisa menundukkan semua orang. Hanya raja dari para raja yang bisa menundukkan semua orang yang dikehendaki-Nya, yaitu Allah. Allah SWT yang bisa menaklukkan semua hambanya.” Jelas ibu.

Keenan akhirnya menyadari kesalahannya. Keenan sangat menyesal telah memaksakan Fauzan untuk tunduk padanya, padahal hanya Allah yang Maha Menundukkan lagi Maha Mengalahkan, sedangkan Keenan hanya manusia biasa.

Sobat saleh/salihah, Al-Qahhar adalah salah satu dari asmaul husna. Al-Qahhar artinya Maha Menaklukkan. Allah yang Maha Menundukkan segala yang ada di alam ini. Allah-lah yang menundukkan Matahari, Bumi, dan Planet lainnya. Semuanya beredar di garis edarnya masing-masing. Allah pula yang menundukkan laut sehingga manusia dapat berlayar. Allah juga menundukkan orang-orang yang menentang-Nya dengan bukti-bukti keesaan-Nya, dan menaklukkan seluruh makhluk dengan mencabut nyawanya.

Kita sebagai hamba-Nya yang mengimani nama mulia Allah yang Maha Menundukkan, akan selalu berusaha untuk:

1. Tidak memaksakan kehendak kita kepada orang lain, dan selalu berusaha menerima kehendak Allah dengan hati yang Ikhlas.

2. Senantiasa menyadari kekurangan dan keterbatasan kemampuan kita, lalu tundukan diri kita di hadapan-Nya dengan mematuhi segala aturan-Nya.

3. Senantiasa menyadari kelemahan kita dihadapan-Nya. Hilangkan kesombongan, sifat congkak, dan takabbur, yang akan membuahkan penentangan terhadap Syariat Allah Subhanahu wataala dan menolak aturan agama-Nya.

nubarnulisbareng/riskaamelia