Berjuang Bersama Dengan Si Kecil (Bagian 1)

google search

Berjuang Bersama Dengan Si Kecil (Bagian 1)

Bahagia…

Senang…

Gembira…

Itulah rasa yang aku rasakan waktu itu. Hari itu aku merasakan perubahan dalam diri ini untuk sesuatu hal yang tak pernah aku duga. Memang perencanaan itu sudah lama. Kurun 1 tahun aku melepaskan untuk menambah momongan lagi. Di sela aktivitas yang cukup padat dengan tugas yang begitu banyak ternyata ada yang hidup dalam rahim ini kembali.

Benih cinta ini kembali tumbuh dengan hadirnya gumpalan darah sebiji kacang yang sudah membentuk embrio calon bayi. Itulah kata dokter. Sosok mungil ini bersemanyam dalam rahim yang begitu sangat kecil dari satu titik gumpalan darah yang terlihat. Bagi ummi sangat senang menerima amanah kembali kedua kalinya. Nikmat yang sungguh luar biasa mengandung bayi kesekian kalinya.

Timester pertama tak disangka sekali. Kali ini aku mengalami morning sickness yang tak seperti kehamilan pertama. Kakaknya dulu saat di kandungan alhamdulillah tidak ada masalah apapun. Semua serba mau. Makan pun sampai berkali-kali. Muntah pun juga jarang. Tidak sampai menghilangkan nafsu makan. Untuk kali ini Allah memberikan rasa yang sungguh berbeda. Dalam trimester ini nafsu makan berkurang. Rongga mulut merasakan keinginan asam yang tinggi. Lebih cenderung untuk memakan yang serba seger ala kecut-kecut. Nasi gak begitu mau. Sayur pun juga jarang. Kalau lihat susu bawaannya kepengen muntah. Tiap pagi rasanya kepengen rasanya makan serba asam manis kecut.

Tapi apa yang terjadi?

Bakteri salmonela yang sudah pernah bersemanyam dalam usus tak menerima baik. Mereka merespon makanan yang tidak cocok untuk tubuh ini. Asam manis kecut tak bisa diajak kompromi dalam tubuh. Dengan asupan makanan yang tidak seimbang dalam tahapan trimester pertama ini membuat badan umm merespon dengan cepat dengan panas tinggi. Suhu tubuh yang menunjukkan 39.5°C mendandakan ini tidak baik-baik saja. Bagi trimester ini sangat riskan sekali terjadinya keguguran karena kandungan masih belum mengakar kuat di rahim. Krena diagnosa dokter yang sudah sampai batas dikatakan mengkawatirkan karena panas tinggi naik-turun selama 6 hari dirumah. Hasil tes darah widal menunjukkan bakteri salmonela yang sudah tinggi diatas batas normal 1/80. Dan badan juga mulai melemas. Bibir yang mulai memucat. Trombosit yang mulai menurun.

Tepat kehmilan Bulan kedua (4-8 minggu) masuk rumah sakit untuk menjalani tindakan dokter. Dua dokter yang menangani di rumah sakit yaitu dokter kandungan dan dokter penyakit dalam.

“ kuat di dalam ya dek, ummi berjuang sembuh demi kamu. Jadi bantu ummi untuk tetap hidup”, gumamku sambil mengelus perut.

Bersambung……

rumahmediagrup/novylestari