Bergerak

“Tolong di share ya say…” ini adalah salah satu kalimat yang sering di ucapkan pada perdagangan online. Beberapa bulan terakhir ini marak di facebook banyak sekali pedagang yang menjajakan dagangannya.

Jam 04.00 pagi subuh hari, sudah ada pedagang yang menyiarkan langsung dagangannya, apa ada yang beli di subuh hari seperti ini. Pemandangan ini sekarang marak ada di facebook, para pedagang mulai bergerak untuk kemerdekaan dalam menyambung kehidupan mereka.

Semua ada didagangkan saat ini, mulai dari tas, sepatu, gamis, jam tangan, assesories wanita, jilbab, celana jean, kemeja. Komplit mau apa coba saja buka di facebook, semua ada, saat ini mereka mulai beralih. Wabah pandemi menstimulus kreatifitas mereka maka jualanpun di ubah dengan memanfaatkan media sosial.

Ada perut yang harus di isi, ada karyawan yang harus di bayar gajinya, ada sekolah, listrik, gas, air yang kesemuanya harus di bayar dengan uang. Kemerdekaan berkait erat dengan perjuangan, berjuang tanpa kenal lelah.

Kemerdekaan mampu mengambil langkah dan melawan arus, seperti halnya mereka yang berprofesi sebagai pedagang, kerja mereka tidak lagi di toko mereka, tetapi menjadikan rumah mereka sebagai tempat mereka menjemput rezeki dari Allah.

Kemerdekaan mampu membuat kita bertindak dan berfikir cerdas, bagaimana agar semua tetap bergerak walau bahkan dengan gerakan tidak terlihat, yang sangat pelan sekali, tetaplah bergerak, karena dengan bergerak menandakan kita masih hidup.

Kemerdekaan adalah bagaimana kita mampu memenuhi kebutuhan hidup kita tanpa merepotkan pemerintah, tanpa mengharap apapun dari siapapun, hanya berharap dan memohon pada Allah Swt, pencipta Alam ini.

Merdeka tidak juga menjamin kita bisa sejahtera, merdeka bukan berarti semua mendapatkan keadilan, merdeka bahkan masih banyak yang harus mengorbankan nyawa agar sampai kebangku sekolah. Merdeka dan kemerdekaan sudah tidak asing lagi bagi telinga dan mulut kita. Juga dalam kehidupan kita.

Bergeraklah jangan sampai kaki ini tidak tau apa fungsinya, bergeraklah jangan sampai tangan ini tidak lagi mampu untuk menggenggam kekuatan mencengkeram keinginan. Pastikan kita mampu menjawab, menerima dan memperjuangkan setiap apapun yang Allah tetapkan untuk kita. Wallahu a’lam bishowaaf

Nubarnulisbareng/Nurfahmi

Sumber gambar :  dari whatsapps