Benarkah 3 Kata Sakti Ini, Sudah Luntur? – Kisah Inspirasi

Benarkah 3 Kata Sakti Ini, Sudah Luntur? – Kisah Inspirasi

Gambar by canva

Mengambil sebuah hikmah dari sebuah peristiwa yang sedang viral belakangan ini, yaitu seorang youtuber muda yang melakukan tindakan tidak sopan, akhirnya berhasil ditangkap polisi, membuat saya semakin yakin harus mendahulukan adab, baru ilmu kepada anak-anak.

Saya pun bertanya-tanya, benarkah 3 kata sakti yaitu tolong, maaf, dan terima kasih, sudah mulai luntur di kalangan anak-anak kekinian?

Masih ingat betul, bagaimana almarhumah mama dan juga guru-guru saya untuk menerapkan 3 kata sakti dalam keseharian, agar menjadi kebiasaan yang mendarah daging. Mama selalu bilang, “Jika kamu mau dihargai orang, maka hargailah orang lain dengan ucapkan tolong, maaf, dan terima kasih.”

3 kata sakti yang terkesan sederhana ini sebenarnya tidak mudah dilakukan lo, mengapa? Sebab terkadang ada rasa ego dan gengsi yang akhirnya membuat orang enggan mengucapkan kata-kata sakti tersebut. Apalagi kalau sedang marah, bisakah kita mengucapkan kata maaf duluan? Mari kita interospeksi sendiri-sendiri.

Terkait dengan kasus youtuber muda yang ditangkap polisi karena tindakan tidak sopannya, semakin membuat saya yakin untuk terus mengkampanyekan pembiasaan 3 kata sakti kembali. Hal ini dimaksudkan agar generasi muda tetap tahu yang namanya sopan santun dalam berkomunikasi.

Sebuah pesan dari almarhumah mama yang juga begitu berkesan buat saya adalah, “Orang sukses itu bukanlah karena dia pintar, melainkan karena dia tahu cara memperlakukan orang dengan sopan dan baik.”

3 kata sakti ini benar-benar bisa mempengaruhi suatu hubungan manusia, enggak percaya? Simak terus curhatan inpirasi berikut ini

1. Kata Tolong

Seperti yang sudah saya singgung di atas, saat ini 3 kata sakti sudah mulai luntur untuk generasi kekinian. Mungkin banyak diantara sobat juga yang merasa beberapa orang terkesan Bossy saat meminta pertolongan. Padahal kalau dia mengucapkan kata tolong, bisa jadi orang yang dimintai tolong pun akan lebih terasa dihargai dan senang hatinya dalam membantu.

2. Kata Maaf

Sudah sempat juga disinggung di atas, siapa yang sedang marah bisa mengucapkan kata maaf duluan? Menurut teori magnet rezekinya, Ustaz Nasrullah, jika mau dapat rezeki tak terduga, biasakanlah untuk saya yang salah, mereka benar.

Untuk saya yang masih punya gengsi tinggi, teori ini mustahil dilakukan, tapi jika kita mencoba untuk merendahkan ego dan menerima, kalau Allah pasti punya maksud lain dan bisa jadi peristiwa buruk itu terjadi karena dosa kita, maka hal yang mustahil tadi pelan-pelan akan bisa dilakukan.

Sebuah kalimat bijak dari film india, Kabhi Khushi Kabhie Ghum, orang yang meminta maaf itu adalah orang yang hebat dan pemenang. Sebab dia tidak akan kekurangan satu apa pun termasuk harga dirinya, justru dia akan disegani dan dihormati karena berani mengakui kesalahannya. Bisa jadi dia meminta maaf agar tidak ada keributan, bukankah hal itu luar biasa?

3. Kata Terima Kasih

Kata ampuh yang ketiga ini juga sudah mulai luntur, karena kebanyakan orang menganggap kalau ada seseorang melakukan sesuatu kebaikan itu ya, sudah menjadi kewajibannya. Bukan lagi karena rasa tenggang rasa dan sama-sama saling tolong menolong.

Memang berbuat baik kepada sesama itu kewajiban, namun enggak ada salahnya jika mendapatkan bantuan kita mengucapkan terima kasih. Seperti Allah yang selalu memberikan kasih sayangnya kepada kita dan kita juga sering melupakannya.

Itulah 3 kata sakti yang menurut saya sudah mulai luntur. Kalau menurut sobat Rumedia bagaimana? Ditunggu komentarnya ya, terima kasih.

Tulisan ini sebelumnya pernah ditulis dengan judul 3 kata saktiku

Oh iya, bagi sobat nubar yang masih mau ikutan menceritakan kisahnya selama pandemi corona ini, masih banget bisa ikutan. Silakan saja hubungi nomor telepon yang ada di flyer di bawah ini,

Design by ibis paint

Nubar-Nulis-Bareng/Lithaetr