Belajar Memahami Surat Almudatsir

Belajar Memahami Surat Al-Mudatstsir

Surat Almudatsir dibagi dalam 5 penggalan, yaitu:

Ayat 1-7

Panggilan Allah kepada Nabi Muhammad untuk memikul sebuah urusan besar. Allah juga mencabut Nabi Muhammad dari keadaan berselimut pada keadaan jihad, arahan kepada Nabi untuk urusan yang agung. Bekali diri dengan taujih-taujih Rabbaniyah sebelum memikul tugas besar. Agungkanlah Allah, bersihkan pakaian, tinggalkan perbuatan dosa, jangan memberi dengan maksud memperoleh balasan yang lebih banyak, dan bersabarlah kepada Tuhanmu.

Ayat 8-10

Ancaman bagi orang-orang kafir dan mendustakan hari akhirat. Allah menyatakan perang secara langsung kepada orang-orang yang demikian.

Ayat 11-31

Allah menjelaskan secara detail tentang figur/tipe orang yang mendustakan akhirat, mulai dari cirinya, sebab mereka mendapat pernyataan perang dari Allah, nasib penghujung bagi para pendusta. Cirinya, Allah memberikan kekayaan yang sangat banyak, anak-anak yang hidup bersama mereka, kenikmatan dan kedudukan yang melimpah, masih tamak terhadap nikmat tersebut, dan membangkang terhadap ayat-ayat Allah. Semakin banyak nikmat yang mereka terima, menjadi tanda semakin banyaknya siksa yang akan mereka dapatkan di akhirat. Sebab, sebetulnya mereka telah berpikir terhadap isi Alquran secara berulang-ulang, akhirnya muka mereka menghitam, muram, dan mundur, serta mengatakan bahwa Quran ini hanyalah sihir dan buatan manusia. Nasibnya, mereka akan masuk neraka Saqar, membakar habis segala hal yang masuk ke dalamnya, setiap habis akan muncul kembali dan habis lagi, dan terus berulang. Neraka ini akan mampu merubah manusia, dijaga oleh 19 malaikat, tetapi malah menjadikan orang-orang kafir semakin bertambah kufur, begitu juga dengan orang yang terdapat penyakit di dalam hatinya.

Ayat 32-48

Pemandangan di alam semesta; kedudukan orang-orang yang berbuat kejahatan; kedudukan orang-orang yang baik; pengakuan terhadap orang-orang jahat kepada orang yang baik, sehingga tidak ada syafaat/pertolongan bagi mereka karena mereka tidak mendirikan shalat, tidak peduli kepada orang miskin, membuang waktu dengan sia-sia, mendustai hari pembalasan. Mereka bermimpi akan diberikan syafaat di akhirat nanti, padahal tidak akan ada.

Ayat 49-56

Allah menjelaskan sikap orang yang berdusta, seperti keledai yang berlari dari singa, mereka hasad dan iri terhadap apa yang dimiliki oleh Nabi Muhammad. Mereka sudah lama menanti Nabi akhir zaman, namun begitu tahu bahwa Rasulullah saw bukan keturunan Yahudi, mereka ingkar. Mereka merasa mulia sebagai keturunan Nabi Ishaq dan para Nabi setelahnya, sementara dari silsilah Nabi Ismail tidak ada keturunan Nabi, melainkan langsung Nabi Muhammad. Selain itu, mereka hanya memiliki ketakutan kepada Allah sedikit saja. Alquran menjadi peringatan bagi orang yg senantiasa bertaqwa dan mengharap ampunan (bertaubat).

rumahmediagrup/wina_elfayyadh