Belajar dari Semut

Belajar dari Semut

Pagi ini terjadi kehebohan gara-gara ulah sekelompok semut yang masuk ke dalam sisa susu bubuk khusus Faiq. Selama Ramadan ini, dia mendapatkan susu ekstra selain ASI. Susu tinggal sedikit dan tidak menyediakan stok tapi pagi ini akhirnya susu yang tersisa tidak bisa diminum kembali karena segerombolan semut sedang nangkring di sana.

Sepertinya wadah tempat susunya kurang tertutup rapat jadi mereka leluasa bermain di sana. Ya sudahlah, bukan rizkinya Faiq minum susu pagi ini.

Eh tapi, gara-gara lihat semut itu, jadi ingin nulis tentang si dia. Ini cara emak meluapkan emosi. hihi.

Yuk, kita cari tahu tentang si semut dulu!

Semut adalah semua serangga anggota suku Formicidae, bangsa Hymenoptera. Semut memiliki lebih dari 12.000 jenis, sebagian besar hidup di kawasan tropika. Sebagian besar semut dikenal sebagai serangga sosial, dengan koloni dan sarang-sarangnya yang teratur beranggotakan ribuan semut per koloni.

Anggota koloni terbagi menjadi semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut. Dimungkinkan pula terdapat kelompok semut penjaga. Satu koloni dapat menguasai daerah yang luas untuk mendukung kehidupan mereka. 

(sumber, https://id.m.wikipedia.org/wiki/Semut)

Semut merupakan salah satu hewan yang diabadikan dalam Alquran. Tentunya ada hal spesial yang menyebabkan ia ditulis khusus dalam Alquran. Bahkan, ada satu nama surat yang artinya semut (An Naml). Dalam surah tersebut juga disebutkan semut adalah hewan yang sempat berkomunikasi dengan Nabi Sulaiman AS. 

Semut termasuk hewan terkuat di dunia. Semut jantan mampu menopang beban dengan berat lima puluh kali dari berat badannya sendiri. Meskipun ukuran tubuhnya yang relatif kecil, semut termasuk hewan terkuat di dunia lho!

Dia juga merupakan serangga kecil yang sangat rajin. Coba perhatikan seekor semut, pasti hampir tidak pernah kita melihat semut itu diam. Semut selalu berjalan ke sana kemari untuk mencari makan.

Ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari semut. Seperti yang sudah aku sebutkan di atas, semut adalah hewan yang sangat rajin. So, semut saja rajin dan giat berusaha masa kita mau rebahan terus. Saat kita menginginkan sesuatu, maka harus bersungguh sungguh dalam mengusahakannya. Percayalah, “usaha takkan pernah mengkhianti hasil”.

Sumber: Google Search (https://youtu.be/UbXezicUhJs)

Pernahkah kalian melihat sebuah film pendek tentang semut seperti dalam video di atas. Di situ terlihat, selain rajin mereka juga saling menolong dan menjadi teamwork yang handal. Mereka juga setia kawan, di saat ada temannya mengalami kesulitan otomatis semuanya saling membantu.

Jika kita perhatikan juga, saat semut bertemu dengan semut lainnya, mereka akan “bersalaman”. Ternyata, itu adalah cara mereka medeteksi koloni mereka dan berbagi makananan dengan cara yang disebutĀ trophyllaxis yang merupakan proses dari anggota satu ke anggota yang lain pada satu koloni untuk saling berbagi makanan. Maa syaa Allah. Terlihat sepele, tapi dari senang berbagi itu akan muncul kasih sayang terhadap saudaranya.

Semut adalah hewan yang disiplin dalam bekerja. Pernah gak sih kamu lihat deretan semut yang sedang berjalan? Ada ratusan semut dan makhluk mungil ini membuat barisan. Semut adalah makhluk yang disiplin dan bekerja sesuai dengan porsi tugas masing-masing. Kerennya, semua mengerjakan dengan baik.

Oh iya, dalam salah satu sumber disebutkan, semut memiliki 250.000 sel otak. Jumlah sel otak ini menjadi bagian terbesar dalam tubuhnya yang kecil. Dengan jumlah sel otak yang begitu besar, semut menjadi jenis yang paling cerdas dibandingkan serangga lain. Maka, pantas kalau semut ahli strategi dalam perang, terutama dalam mempertahankan wilayahnya.

So, jangan sampai kalah dengan semut ya kawan.

_Tadabbur alam melalui semut_

Rumahmediagrup/wina_elfayyadh