BELAJAR DARI SEMUT

Belajar Dari Semut

Saya termasuk orang yang tidak terlalu pandai membuat inovasi baru. Saya adalah si “Sensing” yang lebih mudah mengerjakan sesuatu kalau ada contoh yang bisa ditiru. Untungnya saya seneng belajar jadi saat ada peluang yang ditawarkan Pak Saiful Amri untuk menulis cerita Fabel, saya merasa tertantang.

Jujur awalnya nge-blank mau nulis apa. Alhamdulillah pak Pije memberikan beberapa contoh jadi pelan-pelan mulai kebayang. Ide muncul gara-gara nonton film kartun tentang segerombolan semut yang sedang bahu membahu menolong salah satu temannya yang diterkam musuh.

Dan yeaaayyy … Alhamdulillah akhirnya bisa menyelesaikan naskah itu dalam waktu yang lumayan cepat dibandingkan naskah-naskah yang saya buat sebelumnya.

Ngomongin tentang semut, memang inspirasi tak ada habisnya . Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari seekor semut. Mulai dari teamwork yang oke punya, jiwa solidaritasnya patut diacungi jempol. Etos kerja yang tinggi dan pandai mengambil peluang. Makanya emak-emak hati-hati kalau nyimpen gula tutup yang rapat biar nggak digotongin semut.

Eh, nggak hanya gula deng, semua makanan terutama yang mengundang semut sebaiknya disimpan rapi, kecuali kalau memang diniatkan untuk berbagi. Kayak kisah seorang nenek penjual jajanan pasar yang setiap hari meneteskan gula merah untuk semut yang ada di dekatnya. Dan itu berlangsung sudah 20 tahun lho. Katanya, si Nenek percaya kalau dengan membantu makhluk hidup maka kebaikan akan kembali kepadanya, dan terbukti dagangannya selalu habis terjual.

Aish, OOT, maaf ya. Kita kembali ke topik semut. Semut termasuk hewan yang memiliki kekuatan visi dan misi, tapi dia tidak tidak sombong. Ia suka menolong temannya yang mengalami kesulitan. Memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan tidak suka hidup sendiri karena mereka terbiasa hidup berkoloni. Oh iya, semut juga penyabar dan memiliki semangat pantang menyerah lho.

So, jangan mau kalah dengan mereka. Kita sebagai makhluk berakal dan berbudi pekerti harus lebih baik dari mereka. Kita makhluk sosial, tidak bisa hidup sendirian, kerja sama dan gotong royong adalah hal mutlak yang harus kita lakukan. Kerja sama itu tidak membuat kita rugi kok, malah memberikan keuntungan yang banyak.

Solidaritas tinggi dari semut juga patut kita tiru. Kalian jangan merasa nyaman sendiri sementara di luar sana banyak membutuhkan uluran tangan kita. Usahakanlah kita berempati, syukur-syukur kalau kita bisa membantu mereka yang membutuhkan. Minimal dengan doa kalau harta dan tenaga tidak memungkinkan.

Jangan lupa, kita juga harus percaya diri, sabar, memiliki semangat dan jiwa pantang menyerah. Jika menemukan kegagalan sekali, bangkitlah berkali-kali. Saya tahu kok gagal itu merupakan kenyataan yang menyakitkan, tapi jangan patah semangat karena orang sukses itu berawal dari kegagalan. Thomas Alpha Edison saja melakukan percobaan ribuan kali hingga akhirnya bisa menemukan lampu. Masa kita yang baru sekali mencoba langsung patah hati.

Yuk ah, jangan malu belajar pada semut, makhluk kecil yang memiliki ribuan inspirasi kalau mau kita gali.

Semoga bermanfaat.

_Wina Elfayyadh_
__________________
#Nubar
#NulisBareng
#Level2
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week1day3
#RNB016JABAR
#rumahmediagrup