Begini Sepinya Dada

Begini Sepinya Dada

begini sepinya dadaku
di punggung kursi
tanpa puisi dan sentuhan
bidadari yang masih embuh
dipenggal jalan tempuh
pun tak gegas datang
dari belakang rumah
atau luruh sebagai bianglala
selepas mataku gerimis

begini sepinya selingkar kamarku
sekian lama dijaring
bayang-bayang puisi yang
jelma jadi kekasih mahasyari
dan paling mengerti
perihal menjatuhkan cinta.
Tuhan, kumau satu
yang yang demikian.
jatuhkanlah ke luas dadaku ini
biar jantung tak seberapa sepi;
biar ini cinta tak
seberapa menduga

ya Rab

2020

rumahmediagrup/awiyazayan