BE YOUR BEST SELF

BE YOUR BEST SELF

Alhamdulillah PAS alias Penilaian Akhir Semester. Alhamdulillah semua berjalan lancar tanpa kendala walaupun ini adalah penilaian Akhir semester yang kedua kalinya dilaksanakan secara daring.

SMA Tigaduasatu mengadakan kegiatan Class Meeting untuk mengisi waktu selama para guru sedang sibuk mengolah nilai dan mengisi rapor. Bu Mayra selama wakil Kepala sekolah bidang kesiswaan diberi amanah untuk memandu siswa dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Class meeting sengaja mengakomodir minat dan bakat siswa. Selain lomba-lomba di bidang olahraga dan seni, untuk semester ini ditambah dengan lomba literasi. Kata bu Mayra demi mendukung program pendidikan abad 21 yang dicanangkan oleh pemerintah.

Kebetulan bu Mayra juga hobi menulis jadi ia sangat semangat saat diminta menjadi juri oleh para pengurus OSIS.

“Untuk lomba literasi, ibu usul lomba buat cerpen saja. Nanti ibu pilih karya-karya yang layak, kita satukan dan cetak jadi sebuah buku.” Usul bu Mayra pada Andit si ketua OSIS idola.

“Wah, keren, Bu. Siap, saya sebar flyer ya!” Semangat bu Mayra menular ke Andit.

“Temanya apa Bu?” Erlia si bendahara OSIS turut bertanya.

“Aha, ini kan sudah masuk Desember, sebentar lagi hari ibu, jadi tema cerpennya “Ibu” saja.” Ujar bu Mayra masih dengan semangat empat lima.

Kedua anak di depannya mengacungkan jempol dan segera mengeksekusi pembuatan flyer.

Singkat cerita, pelaksanaan lomba pun dimulai. Namun, berhubung pembelajaran masih daring maka lomba pun dilaksanakan secara daring.

Setelah batas waktu pengumpulan naskah tiba, Bu Mayra mulai memilih dan memilah naskah cerpen yang menurutnya bagus secara penulisan maupun konten.  Proses penyeleksian sangat ketat. Jika ada naskah yang tidak sesuai dengan ketentuan penulisan tanpa dibaca isinya langsung dieliminasi.

“Bu, ini ceritanya bagus lho, kok masuk daftar eliminasi?” Aisyah yang bertugas membantu lomba bertanya keheranan. Mereka berdua sibuk berdiskusi saat pengurus OSIS yang lain sibuk dengan kegiatannya masing-masing.

“Seorang penulis kalau ingin sukses dan karyanya menjadi dahsyat harus disiplin. Baik disiplin menulis maupun membaca untuk menambah wawasan. Termasuk disiplin dalam mematuhi “syarat dan ketentuan penulisan” yang telah ditetapkan.” Bu Mayra hampir tak bernafas saat memberikan penjelasan kepada Aisyah.

“Terlihat sepele memang, tapi dari hal sepele inilah karakter seorang penulis akan mudah dikenali.” Lanjut Bu Mayra.

Aisyah hanya manggut-manggut, berusaha mencerna dan mengunyah perlahan ilmu baru yang disampaikan  oleh guru kesayangannya.

Setelah dilakukan seleksi yang sangat ketat, Bu Mayra memilih 10 cerita terbaik yang akan dipilih kembali menjadi 3 terbaik. Barulah ia fokus membaca satu per satu dengan teliti. Dalam hal tulisan, Bu Mayra detail banget, hingga kesalahan penulisan titik dan koma pun ia pasti temukan.

“Bu, ini fungsinya buat apa?” tanya Aisyah lagi saat melihat tangan Bu Mayra sangat lincah membuka laman http://www.duplichecker.com/.

“Jika kita cek di sini, karya-karya yang tidak orisinil akan ketahuan. Dengan demikian kita bisa meminimalisir plagiarisme.” kata Bu Mayra tanpa mengalihkan perhatian dari naskah yang sedang dibacanya.

“Nih, lihat!” katanya lagi membuat Aisyah seketika berdiri mendekati laptop Bu Mayra.

Aisyah memperhatikan proses scaning hingga selesai. Ia kaget saat terlihat perbandingan berapa persen tulisan seseorang termasuk plagiat dan berapa persen yang temasuk unik alias asli karya sendiri.

“Wah keren ya Bu, kita bisa tahu naskah yang asli sama yang hasil menjiplak.” Kata Aisyah takjub.

“Walaupun jangan bersandar 100℅ ke alat cek plagiasi seperti ini, karena ibu juga nulis sendiri tanpa mengutip karya orang lain tapi tetap terbaca plagiarism. Menurut ibu, selama persentasenya tidak sampai 30% insya Allah aman.” Jelas Bu Mayra panjang lebar.

“Eh Bu, plagiat itu apa sih?” Aisyah penasaran.

“Plagiat itu artinya kamu menjiplak karya atau tulisan orang lain tanpa menyebutkan sumbernya, kemudian diakui dengan karya sendiri. Hati-hati lho, kalau yang punya karya memperkarakan, seorang plagiator bisa kena tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain.” Bu Mayra mencoba memberikan pemahaman pada Aisyah.

“Ih, serem ya Bu.” Aisyah bergidik ngeri.

“Makanya, be your best self. Percaya diri saja dengan tulisan sendiri. Setiap orang punya karakter masing-masing. Nulis, nulis, dan terus menulis. Pada akhirnya tulisan kita akan menemukan pembacanya.” Papar Bu Mayra sambil menyerahkan daftar pemenang lomba.

_Wina Elfayyadh_