BAPAK…

Bapak…

Laki-laki gagah itu nampak semakin gagah dengan seragamnya. Baret biru yang tersemat di kepala menambah wibawa. Senyum menampakkan keramahan dan juga ketegasan.

Setiap pagi diisi dengan nasihat bekal masa depan buah hatinya. Kedisiplinan tak bisa ditawar agar anak-anaknya memiliki tatanan hidup yang lebih sempurna.
Ketegasan wajahnya bersamaan dengan kelembutan dalam setiap ucapannya.

Beliau layaknya atap kokoh dalam sebuah rumah. Menanungi dan melindungi dari terik dan hujan. Tak peduli raganya semakin renta, beliau rela.

Kini abdi negara itu telah tiada. Belaian tangan gagahnya tak lagi dirasa. Hanya kenangan yang tersisa dalam lubuk jiwa.

Renjana anakmu akan dirimu. Asa kelak akan berjumpa di surga. Semoga Tuhan berkenan mempertemukan.

Nulisbareng/ibunyanajma