Bangkit

Maaf ketika Tak bisa menolak, menolak sesuatu yang harusnya tertolak, hampir diri tercabik dan terkoyak, sontak mendengar denting waktu yang berdetak.

Maaf ketika sengaja harus terpinggirkan sejenak, menyimak denting lirih alunan yang sengaja diciptakan. Tercipta dari rentang waktu yang terukur liar

Maaf karena kembali harus berdiri tegak, menoleh kebelakang yang selama ini tak sempat tertoleh, biarlah jadi torehan dalam satu canvas, berisi coretan khilaf

Aku ambil beberapa jenak minatnya hanya padaku, ketika lunglaiku tertubruk, terjepit antara keinginan dan kebenaran.

Kini merambat seperti aliran listrik yang kini tersetrum dan menyentak, lunglaiku kini berdiri tegak, bangkit dari keterpurukan, siap melanjutkan apa yang menjadi janji pada Illahi Rabbi.

Saat bisa menyelesaikan dengan baik, walau ada rasa tercabik. Yang cabikannya akan terpola kembali meski harus menahan jahitan di sana sini.

Nubarnulisbareng/Nurfahmi

16-06-2020