Bang Jack yang setia menemani saat sahur

Marhaban ya Ramadhan…. Selalu penuh suka cita dan bahagia dalam menyambut ramadhan, tentang wabah corona yang melanda tidak menjadikan ramadhan berbeda dengan ramadhan yang telah kami lalui. Walau ada rasa rindu terhadap kebiasaan ramadhan terdahulu.

Saat shalat tarawih pertama, aku yang jadi imam shalat tarawih untuk dua anak gadisku karena suami harus kerja, sedangkan bujang sulungku tidak bisa pulang karena Corona dan  PSBB.

Ada canda saat bersama  mereka ketika shalat tarawih pertama kali ini,  karena disela – sela jeda pergantian tiap rakaat, anak ku  mengingat kembali kebiasaan saat tarawih bersama, ada kebiasaan seorang ibu yang selalu memutarkan kipas angin, ketika shalat kami berjamaah di masjid, dan itu di peragakan  oleh anakku yang bungsu lengkap dengan gaya dan intonasi suaranya. Juga tentang kebiasaan seorang ibu yang terbiasa menanyakan bacaan alquran pada masing masing orang –  ” udah juz berape tilawah qurannye…”. Ini menjadi pengobat kangen kami saat tarawih bersama para ibu dan anak-anak di komplek kami.

Menjelang tarawih pertama aku ingatkan untuk target keluarga kami, masing-masing harus ingat target ibadah ramadhannya. Untuk lembar mutabaah kegiatan ramadhan agar di isi setiap harinya. Ada yang masih nego dengan target ramadhannya. Hahaha…

Nah kalau yang ini tentang bang Jack, salah satu pemeran sinetron , ” Para Pencari Tuhan” tayangan TV Disalah salah chanel TV di Indonesia, sudah 13 tahun, woow…¬† sinetron ini yang selalu menyertai kami sekeluarga saat akan berbuka puasa dan saat sahur. Kalau untuk aku bang Jack lah yang setia menemani ku saat masak hidangan sahur, sehingga sesekali terdengar ada yang¬† menarik dari ceritanya yang membuat ku penasaran, maka aku akan berlari sebentar dari dapur untuk melihatnya di ruang tengah

Sahur pertama kita ulas tentang bang Jack mulai dari tayangan awal, siapa pemainnya, apa saja ceritanya nah…. Kalau yang ini anakku yang kedua yang hafal banget jalan ceritanya. Sesekali kami tertawa mengingat jalan ceritanya.  Yang jelas dalam cerita para pencari tuhan ini, banyak kejadian atau cerita lucu tapi berisi kritikan halus dari sang sutradara Dedi Mizwar terhadap apa yang ada di Indonesia ini.

Masing – masing kita memiliki banyak cerita tentang sahur pertama kita kali ini. Yang pasti yang kami rindukan adalah jamuan pahala yang luar biasa dari Allah swt. Semoga kedekatan kita pada Allah menghilangkan segala kegundahan kita terhadap apa yang kita hadapi sekarang ini. Aamiin yra.

Nubarnulisbareng/Nurfahmi