Bagaimana Mengembalikan Sosok Ayah Pada Anak?

Bagaimana mengembalikan sosok ayah pada anak?Bagaimana pun juga, sosok ayah tidak bisa digantikan oleh ibu. Ayah dan ibu, memiliki peran yang berbeda masing-masing. Ayah dan ibu, memiliki karakter yang berbeda-beda juga.

Ayah menyumbang sifat maskulin, pemilik visi dan misi, pemikir, dan lainnya. Sedangkan ibu, menyumbang sifat feminitas, lembut, cinta dan kasih sayang, sumber kebijakan dan ilmu.

Baik fatherless maupun motherless, dua-duanya adalah hal yang berbahaya dalam keluarga.

Yang umumnya terjadi di negeri  ini, adalah fatherless generation. Atau ada juga yang menyebutnya, negeri tanpa ayah.

Apa tips agar Ayah mau terlibat dalam mengasuh anak?
Point terpenting dari mengajak seseorang untuk mengikuti aktivitas Ibu adalah, pertama, menyebarkan kebahagiaan kepada orang lain.

Jadi sebagai Ibu, untuk mengajak ayahnya anak-anak (alias suami) agar mau terlibat aktif mengasuh dan mendidik anak, contohnya bisa dilakukan dengan aktivitas berikut:

1. Sebagai istri, kurangilah mengeluh ke suami. Bisa diganti dengan ngobrol, atau berdiskusi mengenai perkembangan anak. Utarakan masalahnya, minta pendapat suami, solusi yang baiknya seperti apa.

2. Tunjukan kebahagiaan Ibu dalam mengasuh anak. Bila suami tidak bisa sering di rumah karena kesibukan karir maupun karena LDM, Ibu bisa sering mengirimkan foto saat kegiatan bareng anak. Atau rutin menceritakan hal-hal seru yang dialami hari ini—bersama anak—pada suami, ketika couple time.

Setelah rutin melakukan hal di atas, Ibu bisa mulai ajak suami main bareng dengan anak.
Bisa dengan mencari-cari permainan yang cocok untuk ayah dan anak. Lalu Ibu yang menjadi wasitnya.

Bisa juga dengan memberikan kesempatan menawarkan ayah membacakan buku untuk anak-anak.

Kemudian dalam obrolan sehari-hari dengan anak, jangan lupa libatkan suami. Misalkan ibu sedang ngobrol ringan dengan anak, tentang sesuatu, ibu bisa berceletuk, “Bener kan, Yah?”

Pada dasarnya, sebaiknya Ibu pun jangan muluk-muluk minta suami untuk terlibat banyak dari awal. Apalagi jika suami adalah tipe lelaki yang cuek. Semua butuh proses, jalanilah dengan bahagia, bukan dengan marah-marah.

Coba bayangkan, siapa juga suami yang suka kalau tiap hari sering mendengar istrinya ngomel, ngeluh, nggak ada yang bantuin? Tapi waktu suami mencoba membantu Ibu mengasuh anak, masak atau mengerjakaan pekerjaan domestik, tanpa sadar kadang Ibu malah suka mengeluh dan protes ke suami. Ini salah lah, kurang rapih lah, dan lain sebagainya. Astaghfirullah..

Jangan sampai begitu ya, Ibu-ibu ….

Intinya adalah, spread the love. Tunjukan para istri adalah ibu yang bahagia. Namun, jangan sampai lupa untuk mengajak suami, ya. Jangan bahagia sendiri-sendiri aja.