AWAL JUNI YANG SEPI

Sudah sekian juni kulewati
Beberapa diantaranya adalah sepi
Yang benar saja, bukankah sepi selalu menemani?
Entahlah, tapi kali ini aku sedang ingin menyepi
Menarik diri kemudian introspeksi

Tadi siangpun sudah menangisi diri
Sudah apa aku selama ini?
Adakah hal berarti yang sudah kulakoni?
Aah, aku merutuki kebodohan diri.
Menyaksikan orang sudah sampai dipuncak berani
Lalu apa aku ini?

Hanya jadi pemimpi
Yang masih minim nyali untuk beraksi
Tolong, jangan lagi

Kemudian aku kembali menangisi hati
Kenapa wahai engkau hati yang sepi?
Sudah cukup kamu seperti ini
Mari sini aku temani,
Bukankah masa depan masih layak untuk kamu perbaiki

Biarkan kejadian lalu menjadi pelajaran berarti
Nikmati saja dulu hari ini
Esok kita coba lebih dalam selami diri
Supaya kamu mengetahui
Kelebihan diri yang bisa kau syukuri

Wahai hati yang sepi
Yakinilah ini
Bahwa kamu punya kekuatan untuk meraih mimpi
Yakinilah ini
Bahwa kamu sungguh sangat berarti
Ingat ini
Tak perlu iri pada segala puji
Karena itu hanya milik Ilahi

Pangalengan, 01 Juni 2021

Nubarnulisbareng/Titin Siti Patimah