Asyiknya Bermain Play Dough

Adakah yang belum pernah bermain playdough? Jika ada yang belum pernah bermain playdough, ada baiknya untuk mencoba permainan yang satu ini. Selain sangat baik bagi perkembangan otak anak, sangat penting juga untuk perkembangan sensori anak. Jika playdough asli lumayan mahal harganya dan mungkin sulit untuk didapatkan, bisa loh dibuat sendiri dengan memanfaatkan bahan yang ada di dapur.

Playdough merupakan bahan yang bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan motorik halus, membangun daya imajinasi melalui eksplorasi bermain, dan dapat mendukung kemampuan engineering juga building sejak awal (masa kanak-kanak).

Resep playdough :

Bahan yang dibutuhkan :

1 cup air

1 cup tepung terigu

1 sdm minyak sayur

1 sdm cream of tar-tar (jika tidak ada boleh di-skip, fungsinya untuk melembutkan adonan)

½ cup garam halus

* vanilla (boleh diganti dengan aroma lainnya)

* pewarna makanan

Bahan * dipakai setelah adonan terbentuk

Cara membuatnya :

Siapkan semua bahan dan campur jadi satu dalam panci. Aduk rata semua bahan dan panaskan dengan api sedang sambil terus diaduk hingga adonan kental, dan kalis. Diamkan hingga dingin. Tambahkan essence vanilla atau lainnya dan pewarna makanan sesuai selera.

Saat menyiapkan adonan playdough ini, ajak serta anak mulai dari menakar atau menimbang bahan hingga akhirnya menambahkan warna. Saat memasak adonan, bisa dibantu oleh orang dewasa atau biarkan anak yang lebih besar membantu dan tetap harus dalam pengawasan orang dewasa ya, karena menggunakan kompor/api.

Dari satu resep tersebut saya bagi menjadi tiga bagian, dan karena saya hanya punya dua pewarna yaitu hijau dan merah, maka satu lagi tanpa warna/putih.

Ismail, anak saya sangat senang membuat adonan playdough. Dia menikmati setiap prosesnya seperti menggulung, menekan, menguleni adonan. Melihatnya berubah warna perlahan-lahan dari putih menjadi hijau dan merah. Setelah selesai mewarnai adonan, dia pun lanjut dengan eksplorasi bermain. Untuk menambah kreasi permainan, bisa diberikan alat atau bahan yang lainnya. Ismail saat itu hanya ingin sebuah mobil mainan, lego, penggiling kayu, dan cup penakar bahan kering. Dia asyik berkreasi hingga berjam-jam bermain. Membuat aneka kue, soup, pizza, dan lainnya. Setiap kali dia selesai membuat sesuatu, dia akan menunjukkan hasil karyanya dan saya pun bertanya apa yang dia buat, apa fungsinya dan hal lain untuk membantu dia mengembangkan kosa kata dan lebih berani berpendapat.

Saat ia lelah dan bosan, ia pun berhenti. Playdough bisa disimpan dalam plastik atau tempat kedap udara untuk menjaga kualitas agar tidak kering. Setiap selesai bermain, minta anak untuk menyimpan kembali dan dapat digunakan lagi lain waktu.

Selamat mencoba dan berkreasi 🙂