Asa Amira (6)

Asa Amira (6)

Sudah 10 hari Elmira bedrest di rumah sakit. Kondisi kandungannya ada masalah sehingga dia benar-benar tidak boleh turun dari tempat tidur rumah sakit. Dokter yang menanganinya selalu siaga.

Kabarnya kelainan kehamilan yang dialami Elmira jarang sekali yang mengalami, hanya satu per seribu yang mengalami kejadian seperti ini.

Suatu hari, Amira menggantikan bunda menjaga Elmira karena bunda ada acara di rumah tetangganya. Katanya ga enak kalau ga hadir. Baiklah, kebetulan sekolah Amira juga sedang libur.

Setelah mengucap salam, ia masuk ke ruangan tempat kakaknya dirawat. Melihat kakaknya masih tidur, ia berinisiatif membuka bungkusan bubur ayam kesukaan Elmira agar nanti pas bangun bisa langsung dimakan.

Saat asyik menuangkan bubur, terdengar kakaknya batuk-batuk kecil. Amira pun menoleh dan menyapa si kakak.

“Assalamualaikum, Kak!”

“Bagaimana kabarnya hari ini?”

“Aku bawain bubur kesukaan kakak nih!” Katanya sambil membawa bubur dan mendekati Elmi.

Elmira hanya tersenyum kecil membalas sapaan adiknya. Tak lama kemudian tiba-tiba ia kejang. Melihat kakaknya kejang, Amira berteriak panik. Bubur di mangkok yang sedianya akan disuapkan kepada Elmira tumpah, terlepas begitu saja.

Amira langsung lari mencari bantuan perawat maupun dokter terdekat. Saking paniknya, ia lupa kalau ada bel yang bisa dipencet dalam keadaan darurat.

Ya Allah, kakak …

“Ada apa denganmu?” bisik lirih Amira sambil berulang-ulang membaca istighfar.

rumahmediagrup/wina_elfayyadh