Asa Amira (11)

Asa Amira (11)

Masih POV Elmira

Hidup ini tidak mudah, Dek!

Jangan kamu fikir hidup kakak selalu enak hanya karena nenek sering melontarkan pujian di depan kamu. Nenek memang sayang kita semua, tapi nenek akan sangat senang kalau pekerjaannya kita bantu. Memang, pekerjaan rumah hampir semua kakak kerjakan.

Kasihan bunda, harus cari tambahan buat uang jajan dan uang sekolah kita. Makanya kakak berusaha menghalau lelah sepulang sekolah untuk membersihkan rumah, mencuci pakaian, menyetrika, hingga masak buat kita semua.

Asal kamu tahu, Dek! Kakak sering dijadikan bahan bully-an teman sekelas. Sering disuruh ini dan itu. Disuruh ngerjain tugas sekolah teman-teman sekelas, membawakan setumpuk buku, membelikan jajanan, bahkan bekal yang bunda siapkan buat kakak hampir tak pernah kakak makan karena selalu dimakan kelompoknya Sabrina, Si Ratu Kelas.

Kakak juga mendapat cemoohan, cacian, sindiran. Mereka sering mengatakan kalau kita anak tak berayah. Bahkan pernah kakak dipermalukan di depan umum saat acara Father’s Day di sekolah. Ah, lagi-lagi orang itu yang membuat bad mood kakak naik. 😭

Orang rumah selalu melihat kakak ceria, padahal setiap pulang selalu berlinang air mata. Anehnya, setiap memasuki gang depan rumah kita, air mata mengering dengan sendirinya. Muka sedih dan penuh duka sirna tak bersisa. Hmmm, cocok ga ya kalau kakak jadi aktris, sudah latihan akting bertahun-tahun nih. 😂

Kalau kamu tanya kakak down atau nggak dengan semua perlakuan teman-teman, jawabannya IYA BANGET! Tapi lagi-lagi saat melihat wajah bunda selalu muncul semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kakak selalu bercermin dari ketegaran bunda. Alhamdulillah sedikit banyak efeknya terasa, kakak lebih tegar dan tak terlalu mempermasalahkan apa kata orang.

Saat mau berangkat sekolah, kakak pernah memergoki bunda dimarahin sama tetangga sebelah gara-gara suaminya beli dagangan yang dijual bunda. Saat itu memang hanya bapak X saja yang sedang beli karena pembeli lain sudah pada pergi. Disangkanya bunda ada “main” sama bapak itu.

Kakak yang ga tahan bunda diomelin segera mengusir ibu jahat itu dan memeluk bunda. Saat itu, tak ada umpatan maupun cacian yang kakak dengar, hanya air mata bunda yang mengalir hampir membasahi jilbab kakak. Alhasil, sehari itu kakak bolos sekolah dan menemani bunda jualan. 😂

Kakak sedih saat baca tulisan di buku diary kamu kalau kamu benci dan iri sama kakak. Prestasi yang kakak raih adalah bukti kalau kakak bisa bangkit dari keterpurukan akibat kepergian ayah kita plus bully-an yang kakak terima selama ini.

Jangan iri sama kakak. Kakak sayang sama kamu. 😘

Biar kamu tidak semakin benci sama kakak, akhirnya kakak memutuskan untuk tetap stay di asrama walaupun hari libur tiba. Alhamdulillah kakak belajar jualan online dan hasilnya lumayan, bisa beli handphone yang bisa support untuk jualan.

Satu hal yang harus kamu ingat, kakak sangat sayang padamu adikku, Amira. 😍😘

rumahmediagrup/wina_elfayyadh