Apa Itu E-Book

Apa Itu E-Book

Di era digital super canggih sekarang ini, industri perbukuan tak lagi sekadar berupa buku cetak atau hardcopy sebagaimana lumrahnya buku-buku yang dijual di toko buku. Akses mudah lewat internet memungkinkan buku untuk dipasarkan dalam bentuk digital lewat toko buku online atau penerbit yang memang memfasilitasinya. Untuk penjualan lebih mudah dan cepat serta prosesnya tidak terlalu lama, maka buku atau e-book disinyalir lebih menjanjikan.

E-book menurut Wikipedia adalah singkatan dari “elektronic book” alias buku dalam bentuk elektronik atau digital. Sudah cukup lama buku-buku digital ini ada dan tersedia di beberapa tempat. Sobat bisa googling di internet dengan mengetikkan judul buku, nama penulisnya, dan nama penerbitnya. Bisa juga mengaksesnya di google play book maupun di play store. Akhir-akhir ini bahkan semakin banyak platform-platform penyedia buku-buku bacaan versi digital.

Contoh platform dan aplikasi e-book lainnya di Indonesia: ada BSE, Buku Tablet, Indobooks, dan sebagainya. Sementara situs-situs penyedia buku gratis dan legal untuk di donlot seperti: openlibrary.org, manybooks.net, bookboon.com, dan sebagainya.

Bagaimanakah perjanjian antara penulis dengan penerbit yang akan menerbitkan buku dalam bentuk e-book? Hampir sama seperti halnya kontrak ketika menerbitkan buku solo bentuk hardcopy. Setiap penerbit memiliki ketentuannya masing-masing untuk penentuan royalti dan hak-hak penulis lainnya dalam perjanjian.

Kapan saat buku diterbitkan dalam bentuk e-book? Yaitu saat penulis merasa bukunya lebih mudah dipasarkan dan menjangkau masyarakat luas. Bisa juga dari pihak penerbit yang menawarkan. Terutama di masa lokdon ini, di mana aktivitas masyarakat dibatasi, biaya cetak mahal sementara daya beli masyarakat kian rendah, dan sebagainya. Berdasarkan info, penerbit mayor saat ini lebih memilih untuk menerbitkan buku dalam versi digital supaya tetap bisa “bernapas” dalam situasi dan kondisi saat ini.

Buku digital, secara harga memang lebih murah harganya dibandingkan dengan buku fisik. Contohnya saja buku-buku NuBar yang telah terbit memiliki range harga mulai dari 55k hingga 66k per eksemplar. Sedangkan saat dijual dalam bentuk digital, harga per eksemplar hanya 45k saja. Murmer, kan?

Kira-kira, pembaca atau masyarakat lebih menyukai buku fisik atau digital? Hal ini bervariasi jawabannya. Tergantung dari buku itu sendiri. Menarik minat masyarakat atau tidak, memenuhi kebutuhan pembaca atau tidak, dan banyak faktor lainnya selain kemudahan dalam mengaksesnya dan harga yang miring.

Sudahkah para penulis menerbitkan bukunya dalam bentuk e-book? Sudah! Sebut saja Boy Chandra, Tere Liye, dan masih banyak lagi. Bahkan Tere Liye memilih memasarkan karyanya lewat e-book agar tak terlalu mahal dan tak banyak terkena potongan pajak.

***

Referensi :

Wikipedia.com

https://mamikos.com/info/situs-download-buku-gratis-dan-legal/ diakses tanggal 13 Juli 2020.

Gambar: Canva

nubar-nulisbareng.com/rheailhamnurjanah