ANANTA CINTA

Ananta Cinta
(Puisi persembahan untuk Ibu)

Ibu,
Kubayangkan wajahmu dengan penuh rindu
di setiap senja yang terbenam syahdu
Bersama iringan doa dalam sujudku

Sungguh kini aku sadari
Betapa pengorbananmu tiada terperi
Namamu terlukis indah dalam sanubari
mahligai bertahta yang tak kan pernah terganti

Ibu,
Dalam kesunyian ini  kutitipkan untukmu sebuah doa
Agar engkau selalu terjaga dalam bahtera cinta-Nya
Terlindung dari segala marabahaya yang akan melanda
Bersatu padu dalam sulaman cinta yang nyata

Sumber: Pinterest

Ibu,
Kini aku tahu, betapa besar perjuanganmu
Betapa berat pengorbananmu
Sembilan bulan engkau tak pernah jemu
Membawaku kemana pun engkau mau
Memastikanku selalu aman dalam buaianmu

Ibu,
Masih ingatkah engkau
Saat derap langkah menghentak bumi
Ayunan kaki mungil berirama tak kenal henti
Terbang ke atas nirwana demi menggenggam matahari

Ibu,
Aku pernah kehilanganmu sesaat
kala putih biru menyertaku
Apakah engkau tahu betapa limbungnya aku saat itu
Duniaku suram layaknya gulita malam di tengah jenggala

Namun aku bersyukur kau kembali saat putih abu menjemputku.
Betapa aku bahagia bisa berjuang bersamamu
Saat itu, kebahagiaanku laksana mendapat sahmura di tengah samudera
Kala resah menyapa jiwa
Prahara berkelindan tanpa makna
Hanya belaian lembut tanganmu yang mampu melepas dahaga

Ibu,
Aku pergi tanpa meninggalkan lara
Mencari kepingan puzzle yang masih terserak
Tak lelah berjuang walau di tengah kelam
Setia hadir dalam sujud panjang di setiap malam
Mengabaikan sedu sedan,
Menyimpan retisalya, menumpuk lara dalam kelamnya nabastala
Menerbangkan harap dan doa ke atas cakrawala
Semua demi membuatmu bangga

Ibu,
Aku tahu jarak terbentang di antara kita
Tak mungkin bersua dalam sekejap mata
Namun, apakah engkau pernah menduga
Dersik lirih membawa nyanyian jiwa
menghamba pada Sang Pencipta
Memohon selaksa karunia saat renjana datang menyiksa

Ibu,
Kini aku tak tahu hendak berkata apa
Namun derai air mata terus bertahta
Mengoyak ketegaran jiwa
Menghancurkan dinding tak kasat mata
kini, Ingin kupeluk dirimu walau hanya bayang semata

Ibu,
Tolong bantu aku dengan doamu
menepis seluruh candala yang ada
Mengembalikan sebuah eunoia
Merangkai kembali untaian mutiara
serta menyiapkan jubah dan mahkota
Hanya untuk kebanggaanmu di dunia
Serta kebahagiaanmu kelak di surga

_Wina Elfayyadh_

#Nubar
#NulisBareng
#Level3
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week4day2
#RNB016JABAR
#rumahmediagrup